Diduga Penyebab Puluhan Siswa MI Maarif Keracunan, Tiga Penjual Jajanan Dimintai Keterangan Polres Magelang

- Kamis, 22 September 2022 | 19:33 WIB
Petugas menunjukkan makanan yang dijajakan di MI Maarif Bulurejo, Kabupaten Magelang. /Humas Polsek Mertoyudan/
Petugas menunjukkan makanan yang dijajakan di MI Maarif Bulurejo, Kabupaten Magelang. /Humas Polsek Mertoyudan/

MUNGKID, suaramerdeka-wawasan.com - Tiga penjual jajanan sekolah di MI (Madrasah Ibtidaiyah) Maarif, Bulurejo, dimintai keterangan Polsek Polsek Mertoyudan Polres Magelang, terkait dengan puluhan siswa mengalami keracunan.

Kapolsek Mertoyudan, AKP Sujarwanto mengatakan, pihaknya setelah melakukan evakuasi terhadap korban, melakukan pelacakan pedagang yang diduga menjual makanan hingga menyebabkan siswa keracunan.

''Personel kita melaksanakan pencarian penjual jajanan, yang diduga menjual kepada para siswa. Kita amankan di sini, sampel sudah dibawa Dinkes dan Iden Polres untuk ditindaklanjuti,'' jelas Sujarwanto kepada wartawan, Kamis, 22 September 2022.

Baca Juga: Diduga Akibat Jajanan Sekolah, 38 Siswa MI Maarif Bulurejo Kabupaten Magelang Keracunan Massal

Menurutnya, ketiga orang yang dimintai keterangan tersebut terdiri dari seorang penjual jasuke, kemudian pasangan suami istri yang diduga menjual mi tumplek dan tilung (aci digulung).

''Sepeda motor dan barang dagangan, yang kemarin diketahui anak-anak beli jajanan di situ. Prosesnya masih menunggu hasil pemeriksaan sampel, karena yang mengetahui makanan mengakibatkan muntah atau pusing, baru dibawa ke laborat,'' jelasnya.

Hasil penyelidikan, katanya, para pedagang itu menjajakan makanannya di lokasi MI Maarif tersebut, meskipun setelah kejadian para pedagang itu beralih lokasi dan berjualan di tempat lainnya.

Baca Juga: Solar Besubsidi Persyaratannya Ribet, Nelayan Kendal Mengeluh Terpaksa Beli di Pengecer

''Setelah menjual di lokasi MI Maarif, mereka juga berjualan ke daerah Tempuran,'' tuturnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Bela Pinarsi mengatakan, sampel yang dikirim ke laboratorium berupa muntahan dan sisa makanan.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X