Solar Besubsidi Persyaratannya Ribet, Nelayan Kendal Mengeluh Terpaksa Beli di Pengecer

- Kamis, 22 September 2022 | 19:24 WIB
Sebagian para nelayan Rowosari, Kendal, terpaksa tak melaut karena sulitnya mendapatkan Solar bersubsidi. /Dok Istimewa/
Sebagian para nelayan Rowosari, Kendal, terpaksa tak melaut karena sulitnya mendapatkan Solar bersubsidi. /Dok Istimewa/

KENDAL, suaramerdeka-wawasan.com - Sulit mendapatkan Solar untuk melaut lantaran menilai persyaratannya ribet, para nelayan di Kendal terkadang pilih membeli BBM bersubsidi di pengecer.

Hanya saja, tentunya para nelayan di Kendal itu harus membayar dengan nilai lebih besar, karena di tempat pengecer Solar dihargai Rp9.000 per liternya.

Para nelayan di Kendal pun mengaku, tidak mau direpotkan dengan syarat dan antrean BBM jenis Solar selama berhari-hari di SPBUN, padahal setiap hari harus memenuhi kebutuhan untuk mencari ikan.

Baca Juga: Demi Solar Bersubsidi untuk Melaut, Para Nelayan di Kendal Rela Antre dan Tidur di SPBUN

''Sekarang nelayan dapat penghasilan dari melaut kalau untuk mendapatkan solar harus repot dan belum tentu dapat. Akhirnya, ya membeli eceran yang lebih mahal,'' kata Slamet Riyadi, nelayan Rowosari kepada wartawan, Kamis, 22 September 2022 dikutip dari ayosemarang.com.

Ia menjelaskan, dengan membeli Solar seharga Rp 9.000 per liternya di tingkat pengecer, operasional pun membengkak, bahkan sering tidak sesuai dengan pendapatan yang diperoleh selama melaut.

''Terhadap sulitnya mendapatkan Solar, ada nelayan yang terpaksa beli di pengecer, tapi ada juga yang memilih menambatkan perahunya di dermaga,'' paparnya.

Baca Juga: Soal Pemecatan Ferdy Sambo Sudah Final, Polri Siap Hadapi Gugatan Hasil Sidang Etik Banding

Dampak kenaikan harga BBM bersubsidi, memaksa 600 perahu nelayan berukuran kecil dan 50 berukuran besar yang berada di muara Kalikuto, hanya ditambatkan di dermaga Tawang, Desa Gempolsewu, Rowosari.

''Mereka tak bisa melaut, karena masih menunggu BBM bersubsidi yang hanya bisa diperoleh sepekan dua kali di SPBUN. Sedang nelayan yang bisa berangkat mencari ikan, terpaksa membeli eceran yang harganya lebih mahal,'' terangnya.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X