Jika Ada yang Potong BLT BBM untuk Masyarakat Tidak Mampu, Ganjar Sebut: Pengkhianat Negara!

- Kamis, 22 September 2022 | 09:37 WIB
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. /Dok Istimewa/
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. /Dok Istimewa/

BLORA, suaramerdeka-wawasan.com - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menegaskan, yang bermain atau memotong BLT (Bantuan Langsung Tunai) BBM kepada masyarakat tidak mampu, merupakan pengkhianat negara.

Hal itu dikatakan Ganjar, saat memberikan arahan kepada Camat, Kepala Desa, serta aparatur negara dan Forkompimda se-Kabupaten Blora.

Pengarahan itu dilakukan oleh Bupati Blora, usai kejadian istri perangkat desa di Kabupaten Blora, meminta uang sumbangan dari penerima bantuan kompensasi bahan bakar minyak (BBM).

Baca Juga: Asap Penyebab Laka Karambol di KM 253 Tol Pejagan ke Pemalang, 13 Pemilik lahan dan Pengelola Tol Diperiksa

''Tidak boleh ada yang mengganggu pelaksanaan dana kompensasi BBM. Mereka yang bermain hal kotor di sini, itu pengkhianat negara. Itu berkhianat kepada negara,'' tandas Ganjar di Semarang Rabu, 21 September 2022.

Ia menjelaskan, kenaikan BBM itu sudah melalui pertimbangan matang, mengingat harga minyak dunia terus naik, sehingga pemerintah pusat melakukan penyesuaian.

Penyesuaian itu, jelas Ganjar, dengan cara memangkas subsidi BBM yang saat ini sudah mencapai Rp502 triliun, kemudian dialokasikan ke sektor lain.

Baca Juga: Terkait Kasus Penistaan Agama, Penahanan Roy Suryo Diperpanjang Lagi 20 Hari ke Depan

''Memangnya kita menaikkan BBM itu dengan tertawa dan bersenang-senang? Tidak. Ini sudah melalui pertimbangan matang. Penyesuaian musti dilakukan. Bukan menaikkan tetapi mengurangi subsidi,'' jelasnya.

Karena itu, Ganjar menyayangkan, jika pemberian kompensasi BBM kepada masyarakat tidak mampu, justru diselewengkan.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X