Bela Teman Babak Belur Dikeroyok Lima Preman, 13 TNI Malah Jadi Tersangka

- Jumat, 16 September 2022 | 19:50 WIB
Pangkostrad, Letjen TNI maruli Simanjuntak. /Dok Istimewa/
Pangkostrad, Letjen TNI maruli Simanjuntak. /Dok Istimewa/

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Pangkostrad (Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat), Letjen TNI Maruli Simanjuntak, menyebut 13 anggota TNI ditetapkan tersangka, dan segera disidangkan.

Hal itu dikatakan, terkait seorang anggota TNI Yonif MR 411/6/2 Kostrad, Pratu RW, dikeroyok lima preman di Kota Salatiga, yang berujung tewasnya salah satu preman akibat penganiayaan yang dilakuka 13 TNI tersebut.

''Berkas sudah berjalan. Di tentara prosedur begitu berjalan kok. 13 tersangka kan ada sidangnya nanti, siapa yang mukulin, siapa yang aniaya. Kan kalau ada begini, terus salah semua, kan nggak juga.

Baca Juga: Ribuan Orang Antusias Berebut Apem Yaqowiyu 6 Ton di Jatinom Klaten, Diyakini Membawa Berkah

Gitu kira-kira. Nanti siapa yang bagaimana. Jadi, bagaimana nanti peran masing-masing," kata Maruli di Mabes AD, Jakarta Pusat pada Kamis, 15 September 2022.

Ia menegaskan, meski kasus bermula dari pengeroyokan preman ke anggota TNI, anggotanya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Menurutnya, pengeroyokan terjadi lantaran anggota TNI emosi, mendengar kabar temannya dipukuli oleh preman.

Baca Juga: Hendi Kutuk Pembunuh Pegawai Bapenda Kota Semarang, Polisi Sebut Pengusutan Kasus Dugaan Korupsi Berlanjut

''Kalau menurut saya, ini anak-anak (prajurit) emosi, dengar ada temannya dipukuli, dia datangi, dia ambil orangnya dibawa ke satuan, ya maksudnya biar kapok.

Cuma saya lihat kondisinya kan yang dipukuli itu, kondisi mabuk tuh, mungkin memang badannya sudah payah, dipukul juga meninggal,'' jelasnya.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X