Korban Pencabulan Guru SMP di Batang Jadi 40 Siswi, Pelaku Terancam 20 Tahun Penjara

- Jumat, 9 September 2022 | 19:48 WIB
Guru pelaku pencabulan terhadap siswinya, saat dilakukan olah TKP di ruang kelas sekolah. /Dok Istimewa/
Guru pelaku pencabulan terhadap siswinya, saat dilakukan olah TKP di ruang kelas sekolah. /Dok Istimewa/

BATANG, suaramerdeka-wawasan.com - Jumlah korban pelecehan seksual yang dilakukan Agus Mulyadi (33), guru berstatus ASN di SMP Negeri Gringsing, Kabupaten Batang, hingga kini mencapai 40 siswi.

Hal itu dikatakan Kasat Reskrim Polres Batang, AKP Yorisa Prabowo, yang hingga kini masih mendalami kasus pelecehan seksual yang dilakukan oknum guru agama itu.

''Perkembangan saat ini, proses penyelidikan, masih berlangsung. Kita dalami keterangan dari pelaku, kemudian korban bertambah jadi 40, sedang pelapor secara resmi ada sembilan,'' kata Yorisa dalam keterangan di kantornya, Jumat 9 September 2022.

Baca Juga: Mayat Tanpa Kepala Terbakar di Pantai Marina Semarang Diduga Pegawai Bapenda, Polisi Tunggu Hasil Tes DNA

Seperti diketahui, dalam konferensi pers sebelumnya pada Rabu, 7 September 2022 saat itu jumlah korban dalam kasus pelecehan seksual yang dilakukan oknum guru agama itu, jumlahnya 35 siswi.

Polres Batang juga melakukan pendampingan terhadap puluhan korban yang merupakan siswi di sekolah tempat oknum guru agama itu mengajar, dengan melibatkan tim psikolog termasuk Ketua KPAI.

''Tim psikologi dari Polda Jawa Tengah dan juga dengan Ketua LPAI, Kak Seto langsung yang turun beserta tim, juga pendampingan dari Kabupaten yaitu P2TP2 Kabupaten beserta Dinas Pendidikan Kabupaten Batang,'' jelas Yorisa.

Baca Juga: Hasil Pertandingan PSIS Vs Persikabo. Full Time. Riyan Ardiansyah Cetak Hattrick untuk Kemenangan PSIS

Saat disinggung kemungkinan adanya korban pelecehan seksual di luar sekolah tempat pelaku mengajar? ''Untuk yang di luar sekolah itu belum, kami mendalami di Gringsing dulu. Selain itu, belum menerima laporan korbannya (Kendal),'' kata Yorisa.

Ia mengatakan, menerapkan klaster untuk mengelompokkan korban, sesuai tingkatan tahun di sekolahnya, serta masih mendalami kemungkinan adanya TKP lain dari kasus tersebut, karena pelaku juga pernah mengajar di sekolah lain di Kendal.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X