Berpotensi Timbulkan Kerumunan, Kapolda Jateng: Penutupan Jalan Jangan Digunakan Nongkrong dan Olahraga

- Rabu, 21 Juli 2021 | 16:56 WIB
Kapolda Jateng Irjel Pol Ahmad Lutfi. /Humas Polda Jateng/
Kapolda Jateng Irjel Pol Ahmad Lutfi. /Humas Polda Jateng/

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com - Kapolda Jateng Irjel Pol Ahmad Lutfi menegaskan, penutupan jalan selama berlangsungnya PPKM Darurat bukan untuk nongkrong dan tempat olahraga.

Hal itu dikatakan Kapolda Jateng, menanggapi banyaknya warga Jawa Tengah yang menyalahgunakan penutupan jalan selama PPKM Darurat

Menurutnya, dengan digunakan tempat nongkrong dan olahraga akan mengakibatkan kerumunan, sehingga bisa menambah jumlah kasus baru Covid-19.

Baca Juga: PPKM Darurat Diperpanjang hingga 26 Juli 2021, Jokowi: Bersyukur, Data Permintaan Bed Menurun

''Tujuan dari penutupan ruas jalan itu untuk membatasi dan mengurangi mobilitas warga. Bukan kemudian dialihkan menjadi ruang olahraga yang berpotensi menimbulkan kerumunan,'' kata Ahmad Lutfi, seperti dikutip dalam rilisnya, Rabu 21 Juli 2021.

Salah satu penutupan jalan yang digunakan warga beraktivitas adalah ruas Jalan Slamet Riyadi di Kota Solo.

Pada Minggu 18 Juli 2021) pagi, ruas Jalan Slamet Riyadi, Solo, Jateng yang ditutup selama PPKM Darurat, bahkan digunakan sejumlah warga berkegiatan layaknya car free day.

Baca Juga: Dua Sapi Mau Disembelih Lepas Masuk Saluran Air, Damkar Kota Semarang Angkat Gunakan Katrol

Padahal, Pemkot Solo sudah meniadakan car free day yang biasa dilakukan oleh warga di Jalan Slamet Riyadi dan lainnya.

Bukan hanya olahraga, warga Solo juga seolah bebas dengan memanfaatkan penutupan jalan untuk tempat nongkrong dan kumpul.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Sumber: Humas Polda Jateng

Tags

Terkini

X