Polres Grobogan Ungkap Penjual Obat di Atas HET, Azithromycin Dihydrate per Strip Rp 17 Ribu Jadi Rp 100 Ribu

- Senin, 12 Juli 2021 | 19:34 WIB
Kapolres Grobogan AKBP Benny Setyowadi bersama Bupati Grobogan, Kajari Grobogan dan Dandim 0717 Purwodadi menunjukkan barang bukti berupa obat yang harganya naik di atas HET. /Humas Polres Grobogan/
Kapolres Grobogan AKBP Benny Setyowadi bersama Bupati Grobogan, Kajari Grobogan dan Dandim 0717 Purwodadi menunjukkan barang bukti berupa obat yang harganya naik di atas HET. /Humas Polres Grobogan/

PURWODADI, suaramerdeka-wawasan.com - Polres Grobogan berhasil mengungkap kasus kenaikan harga obat di atas harga eceran tertinggi (HET) yang dijual sebuah apotek di Kecamatan Godong.

Hal itu dibenarkan Kapolres Grobogan AKBP Benny Setyowadi, Minggu 11 Juli 2021, di sela-sela konferensi pers di Pendopo Kabupaten Grobogan.

Menurut Kapolres Grobogan AKBP Benny Setyowadi, pengungkapan kasus tersebut dilakukan pada salah satu apotik yang berada di Bugel, Kecamatan Godong.

Baca Juga: Covid-19 Varian Delta Menyebar di 8 Kota/Kabupaten, Ganjar: Pergerakan Masyarakat Harus Dikurangi!

Di apotek tersebut ditemukan salah satu obat yang dijual dengan harga cukup tinggi dari HET.

“Obat tersebut antara lain azithromycin dhydrate 500 mg, yang merupakan salah satu obat yang masuk dalam ketentuan Menkes di masa PPKM Darurat," jelas AKBP Benny Setyowadi.

"Sesuai HET, seharusnya obat ini seharga Rp1.700 per butir atau Rp17.000 per strip. Namun di apotek tersebut dijual dengan harga Rp100.000 per strip,” papar Kapolres AKBP Benny.

Baca Juga: UPDATE Corona Indonesia per Senin 12 Juli 2021, Sehari Bertambah 40.000 Pasien Covid-19

Menurut Kapolres, saat dilakukan penindakan, pihak Apotik Bugel menyatakan sudah tidak ada stok obat tersebut.

Namun ketika dilakukan penyelidikan ditemukan 25 boks obat azithromycin dihydrate.

“Kita baru meminta keterangan saudari NP dari pihak apotik. Mengenai statusnya masih menunggu hasil pemeriksaan. Kami minta semua usaha penyedia bidang kesehatan untuk tidak mengambil kesempatan dalam kesempitan dalam masa darurat ini,” tegas AKBP Benny.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Grobogan Iqbal menyebutkan, pihaknya telah menyiapkan lima orang jaksa untuk menangani perkara terkait pelaksanaan PPKM Darurat.

“Apabila ada pelanggaran dalam pelaksanaan PPKM darurat ada penindakan tegas. Selama PPKM Darurat 3-20 Juli 2021 tidak boleh memanfaatkan situasi untuk mencari keuntungan,” ujar Kajari Grobogan Iqbal.

Di sisi lain, Bupati Grobogan, Sri Sumarni mengingatkan pelaku usaha di bidang kesehatan tidak melakukan tindakan pelanggaran. Seperti penimbunan oksigen, peralatan medis dan menjual obat di atas harga eceran tertinggi,” jelasnya.

Bupati Sri Sumarni mengatakan pihaknya akan menindak tegas pelaku yang melakukan penimbunan atau penjualan obat di atas HET.

Nantinya, pelaku juga akan diproses secara pidana. Hal itu dibuktikan bahwa saat ini sudah ada proses hukum terhadap oknum yang menjual obat dengan sangat mahal.

“Ini menjadi perhatian masyarakat, khususnya apotek dan toko obat. Jangan pernah bermain-main dalam masa PPKM Darurat ini,” tegas Sri Sumarni.

Polres Grobogan berhasil mengungkap kasus penjualan obat di sebuah apotek di Godong. Di apotek tersebut, petugas menemukan obat jenis Azithromycin Dihydrate dengan harga melebihi HET.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Sumber: MediaPurwodadi.com

Tags

Terkini

X