Cabuli Siswa, Kepala Sekolah MI Berstatus Lajang Diamankan Polres Purbalingga

- Rabu, 24 Agustus 2022 | 20:15 WIB
Tersangka kepala sekolah yang melakukan pencabulan terhadap muridnya saat konferensi pers di Mapolres Purbalingga, Rabu, 24 Agustus 2022. /Humas Polres Purbalingga/
Tersangka kepala sekolah yang melakukan pencabulan terhadap muridnya saat konferensi pers di Mapolres Purbalingga, Rabu, 24 Agustus 2022. /Humas Polres Purbalingga/

PURBALINGGA, suaramerdeka-wawasan.com - Seorang pria kepala sekolah salah satu Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kecamatan Kutasari, yang diduga mencabuli murid laki-laki, diamankan Polres Purbalingga.

Kapolres Purbalingga, AKBP Era Jhony Kurniawan mengatakan, tersangka yang berstatus ASN itu berinisial TN (51) dengan status masih lajang.

''Hasil dari pendalaman, tersangka dulu juga pernah mengalami hal yang sama pada saat umur 6 tahun sebagai korban,'' ungkap Jhony dalam keterangannya di di Mapolres Purbalingga, Rabu, 24 Agustus 2022.

Baca Juga: Polisi Diperiksa Terkait Kasus Brigadir J Bertambah, Kapolri Sebutkan Kini Total Jumlahnya 97 Orang

Menurutnya, TN memiliki semacam trauma karena sempat menjadi korban pencabulan serupa saat masih anak-anak, hingga saat ini statusnya masih lajang.

Dikatakan, pencabulan yang dilakukan TN terhadap muridnya berusia 14 tahun, sudah terjadi sejak bulan Juli 2019 lalu, yang dilakukan di salah satu rumah milik saudaranya di Kecamatan Kutasari.

''Dari bulan Juli tahun 2019 sampai dengan yang terakhir pada Kamis, 14 Juli 2022. Dari pengakuan tersangka, kepada (seorang murid) sudah melakukan lima kali,'' jelasnya.

Baca Juga: Angkot Parkir di Jalan Siliwangi Semarang Terbakar, Diduga Akibat Selang Bensin Bocor

Modus TN, kata Jhony, memberikan iming-iming berupa uang kepada korbannya, sertajuga sering mengajak jalan-jalan.

''Pelaku memberikan iming-iming uang sejumlah Rp50 ribu. Tapi yang terakhir pada 14 Juli 2022, baru diberikan Rp 20 ribu kepada korbannya,'' ungkapnya.

Jhony menjelaskan, saat ini korban sedang dalam pendampingan oleh tim konseling Polres Purbalingga, dan kondisinya mulai membaik karena sebelumnya merasa tertekan.

Baca Juga: Sopir Pakai Panduan Google Maps Sambil Ngantuk, Truk Gandeng Nyasar ke Jalan Sempit di Tugu Kota Semarang

''Sebelumnya korban mengalami semacam tekanan psikologis, namun dari pendampingan kita, korban sudah beraktivitas seperti biasanya,'' imbuhnya.

Ia menyebutkan, ada dua orang korban dari perbuatan bejat yang dilakukan TN, yaitu seorang murid, dan orang lain yang berusia 20 tahun.

''Kepada korban yang saat ini sudah dewasa, pelaku mengaku melakukan perbuatan bejatnya dua kali,'' ujarnya.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X