Nakes Terbatas, Ganjar Minta Ortu izinkan Anaknya yang Kuliah di Fakultas Kesehatan Bantu Negara

- Sabtu, 26 Juni 2021 | 17:03 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta izin kepada orang tua yang anaknya kuliah di fakultas kesehatan atau keperawatan agar bersedia mengizinkan anaknya membantu negara dalam menangani pasien Covid-19 yang terus mengalami peningkatan. /Humas Pemrov Jateng
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta izin kepada orang tua yang anaknya kuliah di fakultas kesehatan atau keperawatan agar bersedia mengizinkan anaknya membantu negara dalam menangani pasien Covid-19 yang terus mengalami peningkatan. /Humas Pemrov Jateng

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, menyampaikan pesan khusus kepada para orangtua yang anaknya kuliah di fakultas kesehatan atau keperawatan.

Kepada mereka, Ganjar meminta agar mengizinkan anaknya membantu negara dalam penanganan pandemi.

“Kita memang terkendala terkait tenaga kesehatan. Kami sudah koordinasi dengan IDI, PPNI, Persi dan lainnya untuk membantu. Sekarang sudah ada tambahan, tapi rasa-rasanya tetap kurang. Maka kami akan bekerja sama dengan perguruan tinggi,” kata Ganjar ditemui di Semarang, Jumat 25 Juni 2021.

Baca Juga: Hanya Lawan Austria, Gli Azzurri Pantas Lolos ke 8 Besar Euro 2020

Ditambahkan, mahasiswa-mahasiswa kedokteran atau keperawatan yang sudah masuk semester akhir, akan digandeng untuk membantu penanganan pandemi.

Namun hal itu tidak mudah, mengingat informasi yang diterimanya, banyak orangtua mahasiswa yang menolak anaknya terjun membantu penanganan Covid-19.

“Izin kepada bapak ibu yang anaknya sekolah kedokteran atau sekolah perawat, izinkan anaknya untuk bisa membantu. Sudah ada laporan, anaknya mau tapi orangtuanya tidak mengizinkan. Saya mohon, karena saat ini negara sedang memanggil, kemanusiaan memanggil. Kita butuh anak-anak panjenengan yang ahli,” ucapnya.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Kota Semarang Masih Tinggi, Hendi Tambah Karantina di MHC 100 Tempat Tidur

Ganjar memahami, kekhawatiran orangtua yang anaknya diminta membantu penanganan pandemi ada benarnya. Ganjar juga tahu, ada risiko di balik itu semua.

“Maka kami minta seluruh layanan kesehatan, tolong SOP dijaga ketat. Karena kalau ada bantuan tenaga kesehatan yang masuk dan SOP tidak ketat, maka ini pasti membuat khawatir. Kami akan lakukan checking ke semua layanan kesehatan, termasuk mengirimkan tim agar mereka-mereka yang kita perbantukan dengan keahlian masing-masing, terjamin keamanannya,” tegasnya.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Sumber: SinarJateng.com

Tags

Terkini

X