KPK: Bupati Pemalang Diperkirakan Terima Suap Hingga Rp 4 M

- Sabtu, 13 Agustus 2022 | 13:41 WIB
Ketua KPK Firli Bahuri. /@jakartaraya/Instagram/
Ketua KPK Firli Bahuri. /@jakartaraya/Instagram/

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Setelah terjaring OTT KPK, Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo akhirnya resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dengan sangkaan suap dan jual beli jabatan di Pemkab Pemalang.

Tak tanggung-tanggung, Mukti mematok tarif mulai dari Rp 60 juta hingga Rp 350 juta untuk satu jabatan.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers tentang penahanan Mukti Agung, dan lima orang lainnya.

Baca Juga: Ganjar Instruksikan Wabup Ambil Alih Pemkab Pemalang, agar Layanan Masyarakat Tak Terganggu

"Besaran uang yang diterima Mukti Agung untuk setiap jabatan bervariasi. Ini disesuaikan dengan level jenjang dan eselon jabatan itu dengan nilai berkisar antara Rp 60 juta sampai dengan Rp 350 juta," kata Ketua KPK Firli Bahuri, Jumat, 12 Agustus 2022 malam.

Total uang yang terkumpul, diperkirakan mencapai Rp 4 miliar. "Sejumlah uang yang yang telah diterima Mukti Agung, selanjutnya dipergunakan untuk berbagai keperluan pribadinya," jelas Firli.

Dalam konferesi pers ini, KPK mengumumkan lima nama lainnya yang ditetapkan jadi tersangka kasus suap dan pungutan tidak sah dalam pengadaan barang dan jasa serta jabatan.

Kelima tersangka lainnya adalah Pejabat Sekretariat Daerah Pemalang yang baru dilantik beberapa hari lalu, Slamet Masduki. Lalu Kepala Dinas PU Pemalang, Mohammad Saleh; Kepala BPBD Pemalang, Sugiyanto; Kepala Dinas Kominfo Pemalang, Yanuarius Nitbani; dan Komisaris PDAU, Adi Jumal Widodo.

Firli menambahkan: "Dalam rangka kepentingan penyidikan (KPK) melakukan upaya paksa terhadap 6 orang tersebut selama 20 hari," ujar Firli.

Baca Juga: Bupati Pemalang Ditangkap Atas Dugaan Suap. Apa Saja?

Halaman:

Editor: Didik Saptiyono

Tags

Terkini

X