Kasus Khilafatul Muslimin Dilimpahkan Kejaksaan, Dijerat Pasal Penyebaran Berita Bohong dan Makar

- Selasa, 2 Agustus 2022 | 16:11 WIB
Para tersangka dalam kasus Khiafatul Muslimin saat konferensi pers di Mapolda Jateng, Semarang, Selasa, 2 Agustus 2022. /Humas Polda Jateng/
Para tersangka dalam kasus Khiafatul Muslimin saat konferensi pers di Mapolda Jateng, Semarang, Selasa, 2 Agustus 2022. /Humas Polda Jateng/

Ibnu yang merupakan anggota Khilafatul Muslimin di Klaten pun menolak, bila organisasinya itu dituduh anti-Pancasila.

''Saya bergabung dengan Khilafatul Muslimin karena memang dulu Bapak saya anggota Khilafatul Muslimin. Saya dari usia 10 atau 11 tahun gabung Khilafatul Muslimin,'' katanya.

Menurut Ibnu, meski menjadi anggota karena bapaknya, visi dan misi Khilafatul Muslimin tidak seperti yang dituduhkan banyak orang.

Baca Juga: Empat Orang Terseret Ombak Pantai Kertojayan Purworejo, Seorang hingga Kini Belum Ditemukan

''Setelah mengetahui visi dan misi Khilafatul Muslimin, visi dan misinya intinya hanya untuk mengajak umat bersatu bukan hanya umat Islam tapi umat untuk bersatu,'' katanya.

Ibnu yang ditahan sejak dua bulan lalu sejak melakukan konvoi, menjadi tersangka kasus makar, namu menolak segala tuduhan yang ditujukan kepadanya.

''Tidak ada anti-anti, tidak anti-Pancasila. Jadi kalau yang dituduhkan pada akhirnya perbuatan makar dan ingin menggulingkan Pancasila itu adalah salah besar, itu fitnah dan kekejian yang nyata,'' jelas Ibnu.

Baca Juga: Warung Makan Dekat SPBU di Pati Terbakar, Bikin Panik Warga Sekitar

Dia menegaskan, bila Khilafatul Muslimin tunduk terhadap NKRI, bahkan tuduhan kepada organisasinya itu dianggap berawal dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

''Masih, jelas NKRI, sekarang kalau dituduh anti-Pancasila saya marah, sila yang pertama adalah Ketuhanan Yang Maha Esa.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X