Pelaku Mutilasi Residivis Kasus dengan Korban, Motifnya Merasa Sakit Hati

- Selasa, 26 Juli 2022 | 22:22 WIB
Konferensi pers di Mapolres Semarang ungkap kasus mutilasi wanita yang potongan mayatnya ditemukan di Ungaran, Semarang, Selasa, 26 Juli 2022. /Dok Istimewa/
Konferensi pers di Mapolres Semarang ungkap kasus mutilasi wanita yang potongan mayatnya ditemukan di Ungaran, Semarang, Selasa, 26 Juli 2022. /Dok Istimewa/

Korban, katanya lagi, kemudian dicabuli hingga hamil dan melahirkan anak, sehingga pelaku sempat dijatuhi hukuman 10 tahun penjara dan bebas setelah menjalani bui 6 tahun.

Luthfi menambahkan, setelah keluar dari penjara pelaku kembali menghubungi korban, dan akhirnya menyewa sepetak kos untuk tinggal bersama di daerah Bergas, Kabupaten Semarang.

Baca Juga: Jemaah Haji Asal Tlogosari Kulon Semarang Meninggal di Tanah Suci, Dimakamkan di Uhud Madinah

''Setelah keluar penjara pelaku kembali menghubungi korban dan akhirnya memutuskan untuk tinggal bersama di kos yang beralamat di Jalan Soekarno-Hatta, Bergas,'' kata Luthfi.

Pelaku mutilasi, Imam Sobari (23) merupakan pembunuh berdarah dingin. /Dok Istimewa/
Saat ditanya Kapolda, pelaku Imam Sobari mengatakan masih menyayangi korban, namun mengaku gelap mata hingga tega membunuh dan memutilasi korban akibat sakit hati.

Pelaku, kata Lutfi, kemudian membuang potongan tubuh korban di tempat berbeda dalam kurun waktu tiga hari.

Baca Juga: Angin Puting Beliung Terbangkan Atap dan Payung Pasar Tradisional Banjarnegara, Pedagang dan Pengunjung Panik

Potongan tubuh korban yang pertama, ditemukan ada di bawah jembatan di Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, pada Minggu, 24 Juli 2022.

Sedang kepala korban ditemukan di aliran sungai yang berada di samping objek wisata, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Senin, 25 Juli 2022.

''Organ dalamnya dibuang di toilet,'' ungkap Kapolda Jateng, Ahmad Luthfi.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X