Pemkab Jepara Tetapkan Tanggap Darurat Wabah PMK di Kabupaten Jepara

- Kamis, 21 Juli 2022 | 00:15 WIB
PJ Bupati Jepara, Edy Supriyanta, memberikan keterangan terkait penyakit PMK pada ternak di pendopo kabupaten
PJ Bupati Jepara, Edy Supriyanta, memberikan keterangan terkait penyakit PMK pada ternak di pendopo kabupaten

JEPARA, suaramerdeka-wawasan.com - Pemkab Jepara menetapkan status tanggap darurat bagi penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) Kabupaten Jepara. Pasalnya, sebanyak 1.398 ekor ternak di 13 kecamatan telah terjangkit PMK per 18 Juli 2022.

Sedangkan populasi ternak yang berisiko dan terancam PMK berjumlah 10.776 ekor. Jumlah ini meliputi, sapi 5.304 ekor, kerbau 757 ekor, kambing 3.220, domba 1.388, dan babi 107 ekor.

Dari kasus PMK yang sudah mencapai 1.398 ekor, 789 di antaranya telah diobati dan 679 ekor berhasil sembuh. Lalu ternak mati 21 ekor, dan potong paksa sembilan ekor.

Baca Juga: Terkait Wabah PMK, Kementan Minta Peternak Bersihkan Diri Sehabis dari Kandang Hewan Sakit

“Sebagai tindak lanjutnya, kami sudah mengeluarkan status tanggap darurat PMK di Jepara pada hari ini,” Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta, dalam rapat di ruang Command Center pada Selasa, 19 Juli 2022.

Bupati berharap, dengan penerapan status darurat tersebut, penanganan PMK lebih terintegrasi baik itu Satuan Tugas PMK, peternak maupun masyarakat.

Edy menambahkan, penerapan kebijakan tersebut, mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian RI tentang penetapan daerah wabah PMK.

Kemudian, lanjutnya, disusul adanya Instruksi Menteri Dalam Negeri RI Nomor 37 Tanggal 15 Juli 2022, tentang penanganan PMK di daerah.

Sebelum itu, lanjut Edy, pihaknya telah membentuk Satgas PMK yang melibatkan sejumlah instansi. Hal ini, gunanya untuk mengefektifkan penanganan wabah tersebut.

Diharapkannya, dengan langkah-langkah ini, PMK segera dapat dikendalikan, sehingga akan memberikan ketenangan bagi peternak.

Halaman:

Editor: Didik Saptiyono

Tags

Terkini

X