Polda Jateng Ungkap Kasus Korupsi, Sekda Kabupaten Pemalang Ditetapkan Tersangka

- Selasa, 19 Juli 2022 | 22:09 WIB
Dirkrimsus Polda Jateng Kombes Pol Johanson Ronald Simamora menunjukkan foto tersangka korupsi di Kabupaten Pemalang, di kantorya Banyumanik, Semarang, Selasa, 19 Juli 2022. /Humas Polda Jateng/
Dirkrimsus Polda Jateng Kombes Pol Johanson Ronald Simamora menunjukkan foto tersangka korupsi di Kabupaten Pemalang, di kantorya Banyumanik, Semarang, Selasa, 19 Juli 2022. /Humas Polda Jateng/

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com - Polda Jateng menetapkan Sekda Kabupaten Pemalang berinisial MA, sebagai tersangka kasus korupsi pembangunan jalan di Pemalang tahun 2010.

Dirkrimsus Polda Jateng Kombes Johanson Ronald Simamora mengatakan, Sekda Kabupaten Pemalang itu akan segera dipanggil dengan status sebagai tersangka.

''Kami telah melakukan penanganan, penyelidikan, dan penyidikan terhadap Kepala Dinas PU pada tahun 2010 berinisial MA, yang saat ini sedang menjabat Sekda Kabupaten Pemalang,'' ungkap Johanson dalam keterangannya, Selasa, 19 Juli 2022.

Baca Juga: Guru SD Kabupaten Pekalongan Dicokok Polisi, Diduga Lakukan Pelecehan Seksual terhadap Empat Siswinya

''Menetapkan saudara MA sebagai tersangka tindak pidana korupsi. Untuk sekarang kita belum melakukan pemanggilan sebagai tersangka, nanti kita akan memanggilnya sebagai tersangka,'' imbuhnya.

Ia mengungkapkan, kasus korupsi tersebut terjadi pada tahun 2010, saat itu MA terlibat dalam penyelewengan dana pembangunan jalan paket 1 dan paket 2 di Kabupaten Pemalang.

''Kemudian pada tahun 2012 pernah dilakukan tindak pidana korupsi dan melibatkan berbagai pihak, hingga ada empat tersangka.

Baca Juga: Polda Jateng Ungkap Kasus Mafia Tanah, 12 Orang Ditetapkan sebagai Tersangka

Pada saat itu empat orang tersangka telah dilakukan proses, dan menjalani vonis hukuman pada 2012,'' jelasnya.

Menurut Johanson, empat orang itu kemudian melaporkan keterlibatan MA dalam perkara tersebut, yang menyebutkan MA terlibat dalam korupsi yang merugikan negara sebesar Rp 1 miliar.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X