Polda Jateng Ungkap Kasus Mafia Tanah, 12 Orang Ditetapkan sebagai Tersangka

- Selasa, 19 Juli 2022 | 21:21 WIB
Dirreskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol Johanson Ronald Simamora ketika memberika keterangan penindakan mafia tanah di Kantor Reskrimsus, Selasa, 19 Juli 2022. /Humas Polda Jateng/
Dirreskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol Johanson Ronald Simamora ketika memberika keterangan penindakan mafia tanah di Kantor Reskrimsus, Selasa, 19 Juli 2022. /Humas Polda Jateng/

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com - Polda Jateng berhasil mengungkap kasus mafia tanah dengan kerugian miliaran rupiah, dengan mengamankan 12 orang yang terlibat.

Dirreskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol Johanson Ronald Simamora menjelaskan, sebanyak 12 orang itu sudah menjalani proses pemeriksaan dan penyelidikan, dan kini ditetapkan sebagai tersangka.

Menurut Johanson, pengungkapan kasus ini berawal dari adanya 12 laporan terkait mafia tanah, ternyata ada salah satu kasus mafia tanah yang menonjol di Salatiga.

Baca Juga: Wamen Perdagangan Kunjungi Pasar Kota Kendal, Ternyata Harga Minyak Goreng Curah di Bawah HET

''Untuk kasus itu, modus yang digunakan para tersangka adalah dengan pemalsuan Akta Jual Beli (AJB) dan pemalsuan kuasa beli dan kuasa jual pada 2016,'' jelasnya dalam keterangan pers di kantornya, Selasa, 19 Juli 2022.

Perkara, katanya, bermula ketika tersangka berinisial I yang mengaku mewakili seorang Notaris berinisial AH, melakukan pembelian sebanyak 11 bidang tanah di Desa Bendosari, Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga.

Kemudian, lanjutnya lagi, belasan bidang tanah itu didapat dari tersangka lainnya yang bernama DI.

Baca Juga: Penyelidikan Polisi Terkait Penembakan Istri TNI, Senjata Pelaku Bisa Keluarkan Selongsong Peluru

Pada proses transaksi, kata Johanson, I menitipkan uang muka untuk masing-masing tanah dengan nilai Rp10 juta.

''DI mencari target atau mencari tanah, sedang I yang berperan sebagai notaris,'' jelasnya.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X