Libatkan Ulama, Pemprov Jateng Kampanyekan Stop Konsumsi Daging Anjing

- Senin, 13 Juni 2022 | 20:08 WIB
Ilustrasi binatang anjing. /Pixabay/
Ilustrasi binatang anjing. /Pixabay/

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terus mengampanyekan kepada masyarakat untuk tidak mengonsumsi daging anjing, dengan melibatkan berbagai pihak.

Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, meminta keterlibatan berbagai pihak seperti pendakwah, Kementerian Agama, Dinas Kesehatan, serta penggiat dan pecinta anjing untuk kampanye dan mengedukasi masyarakat.

''Problemnya adalah bagaimana mengedukasi masyarakat, karena mereka mengonsumsi bukan dalam rangka sekadar makan, tetapi dianggap sebagai jamu,'' kata Sumarno, dalam acara Dog Meat Free Indonesia (DMFI) International Veterinary Training, di Hotel PO Semarang, Senin, 13 Juni 2022.

Baca Juga: Menggembirakan! Satlantas Polrestabes Semarang Ubah Operasi Patuh Candi 2022 Jadi Razia Dompet Kosong

Menurut dia, butuh upaya yang besar bagaimana mengedukasi, dan mendorong edukasi kepada masyarakat dengan pendekatan sisi agama.

Ia mengatakan, keterlibatan ulama atau pendakwah dinilai penting untuk mencegah maraknya konsumsi perdagangan anjing di berbagai daerah.

Terlebih, katanya lagi, dalam hukum agama Islam mengonsumsi daging anjing adalah haram, sehingga kolaborasi antara ulama dan DMFI sangat perlu dilakukan agar masyarakat tidak lagi mengkonsumsi daging anjing.

Baca Juga: Komplotan Pembobol Spesialis Minimarket Dibekuk Polres Pekalongan, Sudah Beraksi di Sembilan Kota

''Nanti bisa kolaborasi. Teman-teman dari DMFI bisa menjelaskan dari sisi ilmiah tentang bahaya mengkonsumsi daging anjing, juga dari Kemenag dan dai melakukan pendekatan dari sisi agama.

Sehingga ada penjelasan dari dua sisi, yakni sisi ilmiah dan agama jadi lebih efektif dalam mencegahnya,'' jelas sekda.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X