Kegiatan di Ponpes Dihentikan Satgas Covid-19 Kota Pekalongan, Dites Swab 44 Santri Reaktif

- Selasa, 15 Juni 2021 | 17:26 WIB
MELIHAT: Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid bersama Dandim 0710/Pekalongan,  Letkol CZI Hamonangan Lumban Toruan melihat hasil tes swab antigen santri Ponpes Syafii Akrom, Selasa (15/6). Foto: SMN/Isnawati (Isnawati)
MELIHAT: Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid bersama Dandim 0710/Pekalongan, Letkol CZI Hamonangan Lumban Toruan melihat hasil tes swab antigen santri Ponpes Syafii Akrom, Selasa (15/6). Foto: SMN/Isnawati (Isnawati)

Wali Kota yang meninjau pelaksanaan tes swab antigen pada hari kedua mengatakan, untuk sementara diberlakukan lockdown lokal di Pondok Pesantren Syafi i Akrom sampai semua santri dinyatakan aman dan negatif covid-19. Santri yang reaktif akan diisolasi mandiri di pondok sambil menunggu hasil tes swab PCR.

Selama lockdown, Tim Satgas Covid-19 akan menyuplai logistik dan obat-obatan. Selama tiga hari pondok juga akan dijaga ketat oleh TNI Polri. Semua santri tidak diperbolehkan keluar masuk pondok.

Acara penerimaan raport yang dijadwalkan pada Kamis besok juga diminta ditunda.

''Jangan sampai santri yang belum dinyatakan negatif kembali ke keluarganya, karena nanti bisa menjadi klaster keluarga. Kalau sudah dinyatakan aman, monggo mau terima raport, mau dijemput keluarganya untuk pulang ke rumah masing-masing monggo. Paling tidak, tiga hari kita jaga ketat, tidak boleh ada santri masuk atau keluar. Logistik dan obat-obatan kami siapkan,'' sambungnya.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Syafi'i Akrom, Kyai Kholid Ma'rufi menjelaskan, acara malam itu merupakan acara internal yang hanya diikuti oleh santri putra dan santri putri yang setiap hari berada di pondok.

''Kami tidak mengundang siapa pun, kecuali santri itu sendiri,'' terangnya.

Lebih lanjut dijelaskan, acara tersebut merupakan acara tahunan yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Syafi i Akrom.

Namun karena pandemi, kegiatan tidak diselenggarakan seperti tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, acara tersebut dihadiri 10.000 orang.

Malam itu hanya dihadiri santri putra 300 orang dan santri putri 450 orang yang setiap hari berada di pondok.

''Kami tidak minta izin ke Polsek atau dinas terkait karena dalam pikiran kami, ini acara intern, bukan acara umum. Ini acara senang-senangnya santri, hanya acara sederhana. Bahkan, kami tidak mengundang para kyai atau penceramah dari luar daerah. Yang ceramah malam itu adalah saya sendiri,'' sambungnya. 

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Sumber: SM Network

Tags

Terkini

X