Kegiatan di Ponpes Dihentikan Satgas Covid-19 Kota Pekalongan, Dites Swab 44 Santri Reaktif

- Selasa, 15 Juni 2021 | 17:26 WIB
MELIHAT: Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid bersama Dandim 0710/Pekalongan,  Letkol CZI Hamonangan Lumban Toruan melihat hasil tes swab antigen santri Ponpes Syafii Akrom, Selasa (15/6). Foto: SMN/Isnawati (Isnawati)
MELIHAT: Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid bersama Dandim 0710/Pekalongan, Letkol CZI Hamonangan Lumban Toruan melihat hasil tes swab antigen santri Ponpes Syafii Akrom, Selasa (15/6). Foto: SMN/Isnawati (Isnawati)

 

PEKALONGAN, suaramerdeka-wawasan.com -Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pekalongan menghentikan kegiatan haflah akhirussanah di Pondok Pesantren (Ponpes)  Syafi'i Akrom, Senin (14/6) malam.

Kegiatan itu dihentikan oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 saat melakukan operasi yustisi penegakan protokol kesehatan pencegahan covid-19.

Kegiatan itu dihentikan karena santri yang mengikuti kegiatan tersebut tidak menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Dari 750 santri yang mengikuti kegiatan, hampir sebagian besar tidak memakai masker.

Baca Juga: 87 Persen warga Jateng yang Meninggal Akibat Covid-19 Belum Divaksin

''Saat kami melakukan patroli (operasi yustisi), kami mendapat informasi kalau di Pondok Pesantren Syafi i Akrom ada kegiatan yang melibatkan 500-an santri. Kami komunikasi dengan panitia, panitia mengatakan tidak ada izin dari Tim Gugus Tugas. Dan kami juga melihat, protokol kesehatan tidak dijalankan,'' kata Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid, Senin (14/6) malam.

Menindaklanjuti hal itu, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pekalongan menghentikan kegiatan tersebut dan melakukan tes swab antigen terhadap 106 orang santri.

Hasilnya, sebanyak 27 orang santri reaktif, meliputi 22 santri putri dan lima santri putra.

Tes swab antigen dilanjutkan pada Selasa (15/6) sekitar pukul 07.00 untuk semua santri. Hingga pukul 11.00, sebanyak 388 orang santri telah menjalani tes swab antigen.

Dari jumlah tersebut, 17 di antaranya hasilnya reaktif, meliputi tujuh santri putra dan sepuluh santri putri. Sehingga total dari dua hari pelaksanaan tes swab antigen, ada 44 orang santri yang hasilnya reaktif, terdiri dari 12 orang santri putra dan 32 orang santri putri.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Sumber: SM Network

Tags

Terkini

X