Merinding, Iring Iringan Jenazah KH Dimyati Rois ke Pemakaman Mengular Kaliwungu-Brangsong

- Jumat, 10 Juni 2022 | 16:01 WIB
Iring ringan jenazah KH Dimyati Roiz ke tempat pemakaman di Ponpes Al Fadlu 2, Brangsong, Kendal (Didik SP)
Iring ringan jenazah KH Dimyati Roiz ke tempat pemakaman di Ponpes Al Fadlu 2, Brangsong, Kendal (Didik SP)

KENDAL, suaramerdeka-wawasan.com – Innalillahi waina ilaihi rooji’un. Keluarga Besar  PBNU dan Pondok Pesantren Al Fadlu, Kaliwungu Kendal berduka, setelah salah seorang Mustasyar NU KH Dimyati Rois meninggal dunia, Jumat, 10 Juni 2022 dini hari tadi.

Kabar itu, selain menyebar secara berantai lewat pesan whattsap juga di laman NU.Or.Id, juga akun instagram Ponpes APIK Kaliwungu Kendal.

Bahkan Gus Miftah memposting ikut menggali makam yang disiapkan di Ponpes Al Fadlu 2 Srogo, Brangsong, Kendal.

Baca Juga: Terpilih Sebagai Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf Ingin 'Menghidupkan Gus Dur'

‘’Keluarga besar Pondok Pesantren Salaf APIK Kauman Kaliwungu, Kendal turut berduka cita atas wafatnya KH Dimyati Rois, Jumat 10 Dzulqo'dah 1443 H/10 Juni 2022 M pukul 01.13 WIB," tulis akun Instagram @ponpesapikkaliwungu, yang diunggah, Jumat, 10 Juni 2022.

KH Dimyati Rois diketahui juga merupakan pengasuh pondok pesantren tersebut selain Ponpes Al Fadlu.

Mbah Dim, demikian beliau biasa disapa, dimakamkan di Pondok Pesantren Al Fadlu2 Srogo Desa Sidorejo Brangsong Kabupaten Kendal Jumat, 10 Juni 2022.

Pemakaman Mbah Dim sendiri yang dilepas selepas Sholat Jumat, diikuti oleh ribuan jamaah. Bahkan iring-iringan jenazah, meski diusung dengan ambulance tetapi dijalankan menurut pelayat yang berjalan kaki dan bersepeda motor.

Perjalanan jenazah benar-benar mengetarkan hati pelayat. Betapa tidak dengan diiringi alunan syahadad sepanjang jalan, beberap pelayat tampak kesedihannya.

Bahkan beberapa santri juga pelayat tampak menutupkan sajadahnya di kaca mobil yang tersorot matahari. Mereka seperti tak rela jenazah kyiainya kepanasan.

Halaman:

Editor: Didik Saptiyono

Tags

Terkini

X