Naik ke Candi Borobodur Bayar Rp750 Ribu, Biksu Pannyavaro: Rakyat Kecil sampai Mati pun Belum Tentu Mampu

- Selasa, 7 Juni 2022 | 09:55 WIB
Kepala Wihara Mendut, Biksu Sri Pannyavaro Mahathera. /Dok Istimewa/
Kepala Wihara Mendut, Biksu Sri Pannyavaro Mahathera. /Dok Istimewa/

MAGELANG, suaramerdeka-wawasan.com - Kepala Wihara Mendut, Biksu Sri Pannyavaro Mahathera, mengungkapkan, kebijakan kuota 1.200 orang per hari yang boleh naik ke Candi Borobudur memang perlu untuk penyelamatan candi.

Hanya saja, menurut Pannyavaro, upaya penyelamatan tersebut selayaknya tanpa harus membayar sangat mahal bagi rakyat kecil.

''Rakyat kecil (umat Buddha pedesaan cukup banyak) sampai meninggal pun, tentu tidak akan mampu naik ke atas candi melakukan puja atau pradaksina, karena harus membayar sangat mahal bagi mereka Rp750.000 per orang,'' ungkap Pannyavaro dalam siaran pers di Magelang, Senin, 6 Juni 2022.

Baca Juga: Rencana Kenaikan Tiket Masuk Candi Borobudur. Ganjar Minta Pengelola Mensosialisasikan

Seperti diketahui, hasil rapat koordinasi antar-kementerian/lembaga yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, diperlukan pembatasan kunjungan wisatawan yang akan naik bangunan Candi Borobudur dengan menerapkan sistem kuota.

Atas kebijakan kuota tersebut, nantinya ada aturan harga khusus, untuk wisatawan nusantara sebesar Rp750.000, wisatawan mancanegara 100 dolar AS, dan untuk pelajar (grup study tour sekolah/bukan individual) Rp5.000.

Lebih lanjut Pannyavaro mengungkapkan, kalau pada hari itu kuota sudah penuh, dimohon saja naik pada hari berikutnya atau hari yang lain.

Baca Juga: Ditentang Rencana Kenaikan Tarif Masuk Candi Borobudur

''Kalau pengunjung tidak mau atau tidak bisa naik pada hari lain, ya sudah! Apalagi pendaftaran bisa dilakukan melalui online," ungkapnya.

Namun, tuturnya, jangan hanya pihak yang punya uang saja yang boleh naik atau dengan jalan lain harus menjadi biksu dulu, atau kembali menjadi murid sekolah, tentu hal ini sangat tidak mungkin.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X