Rencana Kenaikan Tiket Masuk Candi Borobudur. Ganjar Minta Pengelola Mensosialisasikan

- Senin, 6 Juni 2022 | 21:28 WIB
Ilustrasi Candi Borobudur. (Pixabay / mmg58)
Ilustrasi Candi Borobudur. (Pixabay / mmg58)

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.comGubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memastikan wisatawan tetap akan ramai karena kenaikan harga tiket masuk Candi Borobudur hanya berlaku untuk mereka yang ingin naik hingga ke atas candi.

Ganjar juga menyatakan kenaikan harga tiket Candi Borobudur tak akan mempengaruhi para pedagang di kawasan itu.

‘’Hari ini juga belum ada (wisatawan) yang naik dan pedagang juga oke. Jadi pedagang enggak perlu takut soal itu. Toh hari ini semua enggak boleh naik kan juga ramai," kata Ganjar.

Baca Juga: Ditentang Rencana Kenaikan Tarif Masuk Candi Borobudur

Seperti diketahui, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengumumkan harga tiket Candi Borobudur direncanakan mengalami kenaikan menjadi Rp 750 ribu untuk wisatawan lokan dan 100 dolar Amerika untuk wisatawan asing.

Luhut juga menyatakan bahwa kuota turis ke candi tersebut akan dibatasi hanya 1.200 orang per hari. Turis juga diwajibkan menggunakan jasa pemandu wisata atau tour giude.

Namun Ganjar meluruskan bahwa kenaikan tiket hanya berlaku bagi para wisatawan yang ingin naik hingga ke atas candi. Untuk tiket masuk ke kawasan Candi Borobudur, menurut dia, tidak ada kenaikan.

"Masuk kawasan dan naik ke candi, dua hal berbeda dan ini perlu disampaikan ke publik agar bisa tahu kenapa ada pembatasan orang naik ke candi," kata Ganjar.

Orang nomor satu di Jateng itu menyebutkan kebijakan tersebut belum diterapkan karena persiapan teknis dan regulasi masih dibahas oleh pihak PT Taman Wisata Candi (TWC) dan Balai Konservasi Borobudur (BKB).

"Sampai dengan hari ini TWC masih akan komunikasi menyiapkan SOP-nya soal regulasinya dengan badan pengelola (BKB), jadi masyarakat tidak perlu terganggu," katanya.

Halaman:

Editor: Didik Saptiyono

Tags

Terkini

X