Ditentang Rencana Kenaikan Tarif Masuk Candi Borobudur

- Senin, 6 Juni 2022 | 20:35 WIB
Candi Borobudur. /Instagram.com/
Candi Borobudur. /Instagram.com/

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Merves) Luhut Binsar Panjaitan yang mewacanakan kenaikan tiket naik ke Candi Borobudur sebesar Rp 750 ribu diperkirakan dapat merugikan pariwisata di daerah, terutama Jawa Tengah.

Pandangan ini disampaikan oleh salah satunya Senator DPD Dapil Jawa Tengah, Abdul Kolik. Makanya, Kholik secara tegas menolak rencana pembatasan pengunjung Candi Borobudur dengan cara menaikkan harga tiket masuk terutama yang harga tiket naik ke stupa.

"Kami menolak keras ide tersebut, karena sangat merugikan bagi daerah kami,'' kata Kholik, Minggu, 5 Juni 2022 seperti dikutip Suara Merdeka.

Baca Juga: Perayaan Trisuci Waisak, Ribuan Orang Antusias Ikuti Acara Terbangkan Lampion di Candi Borobudur

Baca Juga: Wapres Cek Kesiapan Candi Borobudur Hadapi Lonjakan Pengunjung, Ganjar: Objek Wisata Harganya Jangan Ngepruk

Seperti diketahui, menurut rencana pemerintah akan menaikkan HTM ke Candi Borobudur (khusus tiket naik ke candi) bagi turis asing maupun lokal. Hal itu disampaikan Menteri Luhut Binsar Panjaitan.

Luhut menyatakan, penetapan tiket masuk ke Candi Borobudur sebesar Rp 750.000 perlu dilakukan untuk membatasi jumlah kunjungan. Namun Luhut menargetkan, jumlah kunjungan wisatawan ke candi Budha itu 1.200 orang per hari.

Secara rinci HTM Candi Borobudur adalah turis lokal dipatok harga Rp 750 ribu jika ingin naik ke candi. Jika hanya masuk kawasan dikenakan tarif Rp 50 Ribu.

Untuk pelajar HTM masuk kawasan Rp 5 ribu. Sedangkan untuk Turis Asing dikenakan biaya 100 US Dolar atau jika dirupiahkan setara dengan Rp 1.443.000 (kurs Rp 14.400).

Menurut Kholik ide tersebut tak tepat dan akan merugikan pariwisata daerah, terutama Jawa Tengah.

Halaman:

Editor: Didik Saptiyono

Sumber: Suara Merdeka

Tags

Terkini

X