Sedulur Singkep Terima KTP-el. Yuk Mengenal Mereka Lebih Dekat

- Rabu, 1 Juni 2022 | 19:40 WIB
Samin Surosentiko (Istimewa)
Samin Surosentiko (Istimewa)

KUDUS, suaramerdeka-wawasan.com – Sebanyak 20 orang warga Sedulur Sikep atau penganut kepercayaan ajaran Samin Soerosentiko, mendapatkan KTP-el. Apa dan siapa sebenarnya Ajaran Samin. Berikut catatan sederhana dari berbagai sumber.

Penganut kepercayaan ajaran Samin adalah masyarakat, baik itu kerabat, maupun hanya penganut ajaran Samin Surosentiko.

Di Jawa Tengah banyak orang menyebut aliran ini sebagai Suku Samin, tetapi mereka lebih menyebut diri mereka sebagai Sedulur Singkep.

Baca Juga: Sebanyak 20 Sedulur Singkep Penganut Ajaran Samin terima KTP-el

Pada awalnya, ajaran Samin adalah menentang penjajahan atau pemerintahan Belanda di Indonesia dalam bentuk lain di luar kekerasan atau perang.

Di sini Sedulur Singkep menolak membayar pajak, menolak segala peraturan yang dibuat oleh pemerintahan Belanda.

Masyarakat yang satu ini, yang terpusat di daerah Blora dan sekitarnya, seringkali membuat repot pemerintahan Belanda karena sikap mereka yang seperti itu.

Mulanya Suku Samin hanya tersebar di Daerah Klopo Duwur, Blora, Jawa Tengah. Pada tahun 1890 pergerakan suku Samin berkembang di dua desa hutan kawasan Randublatung, Blora.

Gerakan ini kemudian lantas dengan cepat menyebar ke desa-desa lainnya di sekitar Blora. Bahkan kemudian menyebar hingga daerah Kudus, Pati dll.

Dan ini terus menyebar dari pantai utara sampai ke sekitar hutan di pegunungan kendeng utara dan kendeng selatan, atau di sekitar perbatasan provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Halaman:

Editor: Didik Saptiyono

Tags

Terkini

X