Minyak Goreng Langka di Wilayah Kudus, Ini Sebabnya

- Selasa, 31 Mei 2022 | 23:15 WIB
ilustrasi miinyak goreng curah
ilustrasi miinyak goreng curah

SEMARANG, suaramerdeka.com – Banjir rob yang melanda pelabuhan Tanjung Emas Kota Semarang dan pesisir utara Jawa Tengah disinyalir berdampak pada kelangkaan minyak goreng curah di pasaran.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kudus, Imam Prayitno mengatakan, terutam peredaran di Wilayah Kudus.

"Kami sudah mengecek distribusi minyak goreng curah untuk Kudus. Karena antreannya di Semarang cukup panjang, baru sekitar Selasa 31 Mei, barang tersedia, dengan jumlah sekitar 27 ton," ungkapnya, sebagaimana dikutip Antara.

Baca Juga: Polda Jateng Ungkap Peredaran Minyak Goreng 12 Ton Tanpa Ijin di Banyumas

Prayitno berharap, distribusi minyak goreng curah kembali normal, karena beberapa pedagang yang berjualan di pasar tradisional mengeluhkan hal yang sama.

Padahal, lanjut dia, permintaan masyarakat masih tinggi. Sayangnya, permintaan ini tidak diimbangi dengan distribusi yang merata karena kejadian banjir.

"Saya sudah mencari minyak goreng curah ke sejumlah tempat pada Sabtu 28 Mei, namun para penyalur memasang tulisan minyak goreng habis," kata Aslihah, pedagang sembako pasar Bitingan Kudus.

Aslihah sendiri mengaku, setiap hari, bisa menjual minyak goreng curah sekitar 70 kg. Sayangnya, kata dia, pasukannya tersendat, sehingga langka.

Hingga kini minyak goreng curah masih menjadi primadona untuk digunakan para pedagang makanan seperti warung dan penjual gorengan.

Hal ini karena selisih yang terpaut antara minyak goreng curah dengan minyak kemasan terbilang cukup tinggi.

Halaman:

Editor: Didik Saptiyono

Tags

Terkini

X