Ditemukan Kasus Positif PMK, Pasar Hewan di Kabupaten Semarang untuk Sementara Ditutup

- Minggu, 22 Mei 2022 | 20:47 WIB
Bupati Semarang, H Ngesti Nugraha ikut menyemprotkan disinfektan pada ternak sapi di kandang komunal CV CV Bangkit Sukses Mandiri (BSM) di lingkungan Dusun Gintungan, Desa Gogik, Kecamatan Ungaran Barat, Jumat, 20 Mei 2022. /Dok Istimewa/
Bupati Semarang, H Ngesti Nugraha ikut menyemprotkan disinfektan pada ternak sapi di kandang komunal CV CV Bangkit Sukses Mandiri (BSM) di lingkungan Dusun Gintungan, Desa Gogik, Kecamatan Ungaran Barat, Jumat, 20 Mei 2022. /Dok Istimewa/

UNGARAN, suaramerdeka-wawasan.com - Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Semarang, untuk sementara menutup kegiatan pasar hewan di daerahnya mulai Jumat lalu, 20 Mei 2022.

''Sementara akan kami tutup dulu semua pasar hewan untuk mengoptimalkan pencegahan PMK,'' jelas Bupati Semarang, H Ngesti Nugraha.

Hal itu dikatakan, saat meninjau peternakan sapi CV Bangkit Sukses Mandiri (BSM) di lingkungan Dusun Gintungan, Desa Gogik, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jumat, 20 Mei 2022.

Baca Juga: Nekat Nyelonong di Perlintasan Rel, Minibus Tertabrak KA Wisata di Ambarawa Kabupaten Semarang

Menurutnya, penutupan pasar hewan sementara ini dilakukan, guna mengantisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak.

Seperti diketahui, hingga kini sudah ditemukan 10 kasus positif PMK pada sapi dan satu ekor kambing di Kabupaten Semarang.

Ia mengatakan, langkah-langkah untuk mencegah penyebaran yang lebih luas akan terus dioptimalkan, agar menjelang Idul Adha nanti, hewan ternak yang dijual di pasar hewan benar-benar sehat.

Baca Juga: Hunian Liar di Bawah Jembatan Juwana Kabupaten Pati Terbakar, Kerugian Ditaksir Mencapai Rp250 Juta

''Terkait opsi penutupan sementara ini, kegiatan pasar hewan yang ada di Kabupaten Semarang telah dibahas bersama dengan wakil rakyat maupun pihak-pihak terkait,'' bebernya.

Ia menjelasakan, sebanyak 10 ekor sapi yang positif terpapar PMK ada di kandang sapi di Getasan ada lima ekor, dan di Desa Polosiri ada lima ekor, serta seekor kambing terkonfirmasi di wilayah Ungaran Barat.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X