Hewan Ternak 13 Daerah Terdeksi Kena PMK, Pemprov Jateng Siap Berikan Bantuan Pendampingan hingga Obat

- Rabu, 18 Mei 2022 | 14:53 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, menyaksikan petugas melakukan penyemprotan disinfektan di kandang Kelompok Ternak Muda Mandiri, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Selasa, 17 mei 2022. /Dok Humas Pemprov Jateng/
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, menyaksikan petugas melakukan penyemprotan disinfektan di kandang Kelompok Ternak Muda Mandiri, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Selasa, 17 mei 2022. /Dok Humas Pemprov Jateng/

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng, siap memberi bantuan ke daerah-daerah yang terdeteksi PMK (penyakit mulut dan kuku) pada hewan ternak, mulai dari pendampingan kepada peternak hingga obat-obatan.

Demikian dikatakan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, saat meninjau kelompok Ternak Muda Mandiri di Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Selasa, 17 Mei 2022.

''Semua sekarang kita minta untuk siaga, tapi nggak perlu panik. Karena, ya alhamdulillah masih terkendali, tapi kita tidak boleh lengah,'' katanya.

Baca Juga: Minta Diajak ke Medan Zoo Seperti Raffi Ahmad, Bobby Balas Komentar Kaesang Pangarep: Emang Kamu Artis

Ditambahkan, berdasarkan data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Jateng, saat ini total ada 48 ekor hewan ternak yang positif PMK, yang berada di 13 daerah.

''Beberapa dokter sudah menyampaikan bahwa itu bisa diobati. Dan ini ada beberapa vitamin, antibiotik yang nanti disuntikkan ke mereka (ternak), terus ada juga yang spray untuk luka, biasanya di kukunya,'' jelas Ganjar.

Ia mengatakan, selain bantuan peralatan dan obat-obatan, melalui Disnakkeswan juga terus memberikan pendampingan kepada para peternak. Bahkan, tambahnya, para peternak saat ini juga sudah paham penanganan saat hewannya sakit.

Baca Juga: Belum Divaksin Covid 19 Dua Dosis, 24 Persen Calon Jemaah Haji Terancam Batal Berangkat

''Tugas kami mendampingi, itu surveilansnya jalan, dan kami yang bekerja sama untuk ambil kebijakan dengan pusat riset, termasuk kemungkinan vaksinasi. Kalau nanti ada, kita siapkan,'' bebernya.

Ganjar juga mengapresiasi kepala daerah yang mau turun ke lapangan mengecek PMK. Di samping itu, katanya lagi, tim surveilans dan dokter juga bergerak siaga.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X