Tradisi Menerbangkan Balon Udara di Wonosobo Digelar Lagi, Dipantau Polisi dan Ini Syaratnya dari AirNav

- Rabu, 4 Mei 2022 | 21:35 WIB
Warga antusias melihat proses menerbangkan balon udara di Wonosobo, Jateng. /Dok Istimewa/
Warga antusias melihat proses menerbangkan balon udara di Wonosobo, Jateng. /Dok Istimewa/

WONOSOBO, suaramerdeka-wawasan.com - Tradisi menerbangkan balon udara untuk menyambut bulan Syawal, yang sempat terhenti dua tahun akibat pandemi Covid-19, akhirnya kembali digelar di Wonosobo, Jateng.

Festival Balon 2022 ini diselenggarakan mulai 3 Mei hingga 8 Mei 2022 di empat lokasi di tiga kecamatan, yaitu Desa Karang Luhur dan Desa Sudung Dewo di Kecamatan Kertek, Desa Semayu Kecamatan Selomerto, dan di Kecamatan Kalikajar.

Terselenggaranya festival balon ini, membuat langit Wonosobo pada Rabu 4 Mei 2022 dihiasi balon udara tanpa awak. Penerbangan balon udara berukuran besar ini, dilakukan di beberapa titik, seperti di Kecamatan Wonosobo, Kertek dan Kalikajar.

Baca Juga: Pengaruh Libur Panjang Lebaran 2022, Prediksi Lonjakan Penumpang KA Arus Mudik dan Balik Bergeser

Namun, penerbangan balon udara tidak boleh dilakukan sembarangan. Penerbangan balon, harus ditambatkan atau ditali, agar tidak membahayakan jalur penerbangan pesawat udara.

Seperti festival balon udara yang digelar di Kelurahan Sambek, Kecamatan Wonosobo. Di tempat ini dengan memanfaatkan lahan kosong di tengah permukiman, warga berlomba-lomba menerbangkan balon udara menggunakan asap.

Butuh waktu sampai 30 menit hingga balon udara mengembang untuk terbang. Bahkan, warga harus bersusah payah menerbangkan balon udara karena angin yang sulit dikendalikan, sehingga sempat mengenai atap rumah warga.

Baca Juga: Selama Arus Mudik Lebaran 2022, Terjadi 279 Peristiwa Kecelakaan dengan 39 Orang Meninggal

''Kendalanya angin, tetapi ini kan tim, kalau balon sudah mengembang harus menunggu angin stabil baru diterbangkan,'' kata Husain, peserta festival balon udara di Kelurahan Sambek, Kecamatan Wonosobo dikutip dari detik.com.

Ia menyebut, tradisi menerbangkan balon udara di Wonosobo sudah dilakukan turun-temurun, terutama setiap bulan Syawal. Namun, tradisi ini sempat terhenti akibat pandemi.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X