Mes Persibat Batang Disiapkan Jadi Rumah Sakit Darurat Covid-19

- Minggu, 13 Juni 2021 | 17:05 WIB
SIDAK RSUD : Bupati Batang WIhaji didampingi  Dandim 0736 Letkol Arh Yan Eka Putera dan Kapolres AKBP Edwin Louis Sengka saat sidak di RSUD Batang monitoring evaluasi penanganan Covid-19. Foto: SMN/Arif Suryoto
SIDAK RSUD : Bupati Batang WIhaji didampingi Dandim 0736 Letkol Arh Yan Eka Putera dan Kapolres AKBP Edwin Louis Sengka saat sidak di RSUD Batang monitoring evaluasi penanganan Covid-19. Foto: SMN/Arif Suryoto

BATANG, suaramerdeka-wawasan.com - Bupati Batang Wihaji menetapkan Mes Persatuan Sepak Bola Batang (Persibat) akan dijadikan rumah sakit darurat Covid-19.Pendirian rumah sakit darurat itu merujuk dari pengalaman daerah lain yang mengalami peningkatan kasus.

''Itu langkah mitigasi seandainya terjadi lonjakan sudah menyiapkan rumah sakit darurat, termasuk petugas medis dan para medisnya dengan dukungan persenel Kodim 0736 Batang dan Polres Batang. Dipilihnya Mes Persibat dijadikan rumah sakit darurat sebagai langkah antisipasi,'' kata Bupati Batang Wihaji saat ditemui sidak di RSUD Kabupaten Batang.

Hadir dalam peninjauan itu Dandim 0736 Letkol Arh Yan Eka Putera, Kapolres AKBP Edwin Louis Sengka bersama Kabagops Kompol Raharja. Bupati didampingi Kadiskominfo Tri Ossy Juniarto, Plt Ka Dinkes dokter Didit, dan Plt Dirut RSUD dokter Tri Handoko dan lainnya.

Bupati menuturkan, berbagai kesiapan sudah dilakukan di Mes Persibat. Meliputi 24 kamar tidur, kamar mandi, tempat olah raga dilengkapi dengan televisi, sound sistemnya termasuk tenaga kesehatan.

"Mes Persibat sudah disiapkan sejak tahun lalu sebagai rumah sakit darurat Covid-19, apabila rumah sakit di Batang tidak lagi mencukupi.Perkembangan kasus positif Covid-19 di Batang sampai saat ini semakin membaik.

Per Minggu (13/6) Kecamatan Reban zona hijau, 11 kecamatan zona kuning meliputi Bandar, Bawang, Blado, Kandeman, Gringsing, Limpung, Pecalungan, Tersono, Tulis, Warungasem, dan Wonotunggal, dua zona orange Banyuputih dan Subah sedangkan Kecamatan Batang masuk zona merah," tandasnya.

Dia menuturkan, sidak ke RSUD bagian dari monitoring evaluasi penanganan Covid-19. Mengecek dari awal pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sesuai Standard Operating Procedure (SOP) Covid-19.

"Saya mengapresiasi dan hormat teman-teman tenaga kesehatan di RSUD yang merawat dan berinterkasi pasien Covid-19, mereka memandikan dan menyuntik pasien dilakukan setiap hari. Alhamdulilah setelah tenaga kesehatan divaksin tidak ada yang terpapar Covid-19. Semoga imun tenaga kesehatan di RSUD kuat, karena dulu pernah ada yang terpapar,"ujar Wihaji.

Bupati menambahkan, RSUD menyiapkan 29 tempat tidur untuk pasien. Namun kalau darurat sekali ada 85 tempat tidur.

"Tenaga medis kami persiapkan 10 dokter umum, dokter specialis 10 orang perawat 136 orang dan tenaga kesehatan lainya 46 orang."

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Sumber: SM Network

Tags

Terkini

X