Konflik di Desa Wadas Purworejo, Komnas HAM Minta Ganjar Kedepankan Pendekatan Humanis dan Persuasif

- Jumat, 11 Februari 2022 | 19:26 WIB
Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara. /Dok Istimewa/
Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara. /Dok Istimewa/

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta pemerintah dan aparat keamanan lebih mengutamakan pendekatan secara humanis dan persuasif dalam upaya penyelesaian konflik di Desa Wadas, Kabupaten Purworejo, Jateng.

Hal itu dikatakan Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, usai bertemu Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan jajarannya serta tokoh Nahdlatul Ulama Imam Aziz di Semarang, Jumat, 11 Februari 2022.

''Kami minta tidak lagi menggunakan pendekatan keamanan, namun mengedepankan pendekatan yang humanis dan persuasif, serta berbasis sikap dan kebutuhan warga,'' kata Beka.

Baca Juga: Pencahayaan Lampu Stadion Jatidiri 2.500 Lux, Yoyok Sukawi Takjub: Terang, Hampir Tak Ada Death Spot

Menurut Beka, evaluasi pendekatan kepada masyarakat penting untuk dikedepankan, agar menemukan titik temu dari permasalahan yang ada, khususnya terkait penolakan warga terhadap rencana pengukuran tanah di Desa Wadas.

Selain itu, katanya lagi, Komnas HAM juga meminta kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo untuk menyiapkan solusi penyelesaian yang berbasis pada kebutuhan warga, serta menghormati prinsip-prinsip HAM.

Seperti diketahui, proses pengukuran di tanah Wadas yang akan dijadikan lokasi penambangan batuan andesit, material pembangunan proyek Bendungan Bener Purworejo, Selasa lalu, 8 Februari 2022, terjadi gesekan dengan warga setempat.

Baca Juga: Sejumlah Pemain Timnas U-23 Positif Covid 19 dan Cedera, PSSI Minta Maaf Batal Ikut Turnamen Piala AFF 2022

Hal itu menyusul kedatangan ratusan polisi untuk melakukan pengamanan kepada petugas proyek. Namun warga Desa Wadas yang berusaha mencegah petugas proyek melakukan pengukuran, justru banyak yang diamankan.

Sekira 64 warga diamankan polisi ke Mapolres Purworejo, sehingga memantik kecaman dari berbagai pihak, termasuk YLBHI dan LBH Yogyakarta.***

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X