Bantah Isu Penyerobotan Tanah Warga di Desa Wadas, Ganjar: Saya Menghormati yang Masih Menolak

- Rabu, 9 Februari 2022 | 21:56 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi saat Konferensi Pers di Mapolda Purworejo, Rabu, 9 Februari 2022. /Dok Humas Pemprov Jateng/
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi saat Konferensi Pers di Mapolda Purworejo, Rabu, 9 Februari 2022. /Dok Humas Pemprov Jateng/

PURWOREJO, suaramerdeka-wawasan.com - Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menyatakan, menghormati masyarakat Desa Wadas, Purworejo, yang masih menolak bekerja sama dalam proses pengadaan tanah quarry (galian) untuk proyek Bendungan Bener.

Dalam konferensi pers terkait peristiwa di Wadas di Mapolres Purworejo, Rabu, 9 Februari 2022, Ganjar juga menyatakan, siap membuka ruang dialog bersama Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

''Hingga tadi malam, saya mendapat telpon dan pesan dari berbagai pihak yang menanyakan terkait hal ini. Setelah saya telpon satu-satu, ternyata banyak yang tidak paham. Makanya, hari ini saya ingin memberikan keterangan agar semuanya jelas,'' ungkapnya.

Baca Juga: Didesak IPW, Komnas HAM Akan Usut Dugaan Pelanggaran HAM terhadap Warga di Desa Bener Purworejo

Ganjar menerangkan, bendungan Bener di Purworejo, merupakan salah satu proyek strategis nasional di Jawa Tengah. Selain itu, terdapat 14 proyek bendungan lain yang masuk proyek strategis nasional.

Sedang lima bendungan di antaranya sudah diresmikan, yakni Bendungan Jatibarang, Gondang Karanganyar, Pidekso Wonogiri, Logung Kudus, dan Randugunting Blora.

''Yang lainnya masih dalam proses, termasuk bendungan Bener ini,'' jelasnya.

Baca Juga: Warga Desa Wadas Purworejo yang Ditahan Semua Dibebaskan, Mahfud MD Minta Masyarakat Tak Terprovokasi

Dia mengatakan, proses pembangunan Bendungan Bener berjalan sejak 2013. Percepatan pembangunan, katanya lagi, memang dilakukan, karena proyek itu memberikan manfaat banyak untuk warga.

Menurut dia, selain bisa mengaliri irigasi sebesar 15,519 hektar lahan, tempat ini juga bisa menjadi sumber air bersih, sumber energi listrik, pariwisata dan lainnya.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X