Didesak IPW, Komnas HAM Akan Usut Dugaan Pelanggaran HAM terhadap Warga di Desa Wadas Purworejo

- Rabu, 9 Februari 2022 | 21:10 WIB
Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik. /Dok Istimewa/
Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik. /Dok Istimewa/

JAKARTA, suaramerdeka-wawasan.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) merespons desakan Indonesia Police Watch (IPW) yang meminta melakukan penyelidikan terkait dugaan pelanggaran HAM di Desa Wadas, Purworejo.

Ketua Komisioner Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik mengatakan, Komisioner Pendidikan dan Penyuluhan, Beka Ulung Hapsara; dan Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan, Choirul Anam, akan bertolak ke Wadas pada Kamis, 10 Februari 2022.

Taufan mengungkapkan, kedatangan kedua komisionernya, termasuk melakukan penyelidikan pelanggaran HAM yang diduga dilakukan oleh aparat kepolisian Polda Jawa Tengah.

Baca Juga: Warga Desa Wadas Purworejo yang Ditahan Semua Dibebaskan, Mahfud MD Minta Masyarakat Tak Terprovokasi

''Ya semua lah (termasuk dugaan pelanggaran HAM). Meski fokus kami selalu bagaimana mediasi atau dialog warga dengan gubernur soal penambangan batu andesit,'' kata Taufan saat dihubungi wartawan pada Rabu, 9 Februari 2022.

Taufan menjelaskan, kasus sengketa agraria di Desa Wadas, Purworejo, sudah lama menjadi sorotan Komnas HAM. Bahkan, katanya, jauh hari sebelum konflik pecah di sana, Komnas telah berkomunikasi dengan Polda Jateng dan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

''Bulan lalu kami lakukan mediasi, saya dan anggota datang langsung ke Wadas bertemu warga, juga ketemu Gubernur,'' ungkap Taufan.

Baca Juga: Buntut Konflik di Desa Wadas Purworejo, Ganjar Minta Warga yang Diamankan Polisi Agar Dibebaskan

Bahkan, kata dia, sesaat konflik pecah di sana pihaknya langsung menghubungi Kapolda Jateng, Mabes Polri hingga Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

''Sejak kejadian kemarin kami kontak Kapolda, Mabes Polri, Gubernur dan lain-lain,'' ujar Taufan.

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X