JEPARA, suaramerdeka-wawasan.com - Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Haizul Ma’arif, yang terkejut mendengar kabar meninggalnya korban miras oplosan hingga mencapai sembilan orang, langsung mengucap istighfar.
''Astagfirullahaladzim,'' kata Ketua DPRD Jepara Haizul Ma’arif yang merasa kaget, seperti dikutip dari dprd.jepara.go.id, pada Sabtu, 5 Februari 2022.
Terkait banyaknya korban miras oplosan itu, Ketua DPRD Jepara yang merupakan kader PPP tersebut, sangat mendukung dan berharap aparat menyisir secara masif peredaran miras di Jepara yang sudah sangat meresahkan masyarakat.
Baca Juga: Miras Oplosan Campuran Etanol dan Air Mineral Tewaskan 9 Orang, Penjual Ditetapkan Jadi Tersangka
''Miras ini sangat mengancam masa depan anak-anak Jepara. Saat ini operasi gabungan juga telah sering dilakukan secara rutin, namun nyatanya masih tetap saja ada,'' ungkapnya.
Menurutnya, kesadaran dan pengawasan orangtua harus lebih meningkat, seiring dekadensi moral di kalangan remaja.
''Anak belasan tahun memang butuh mentor dan teladan yang baik, khususnya dari orangtua, keluarga, dan lingkungan. Karena itu, pendampingan dan pengawasan keluarga adalah yang paling utama,'' papar Haizul Ma’arif.
Baca Juga: Klaster Baru Covid 19 di Blora, 26 Santri dan 2 Pendamping Asrama Ponpes Insan Gemilang Positif
Dia mengatakan, anak-anak yang menjadi korban miras oplosan bisa jadi tidak paham bahaya oplosan tersebut.
''Siapa yang salah? Saya tidak mau menyalahkan siapa pun, tapi saya kira kita semua paham bahwa semua anak yang terlahir itu dalam keadaan suci maka orangtua lah yang akan lebih menentukan arah dan masa depan anaknya,'' ungkapnya.
Dia ingin, anak muda memahami bahayanya miras yang bisa merusak akal dan mengancam masa depan mereka.