Lho, Bayar Pajak Bisa Utang dan Dicicil! Ini Bisa Ditemui di Kabupaten Grobogan

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 18:27 WIB
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, ketika mengunjungi BUMDes Cindelaras, Desa Bandungharjo, Toroh, Kabupaten Grobogan, yang siap melayani masyarakat membayar pajak kendaraan, Rabu, 13 Oktober 2021./Dok. Humas Pemprov Jateng/
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, ketika mengunjungi BUMDes Cindelaras, Desa Bandungharjo, Toroh, Kabupaten Grobogan, yang siap melayani masyarakat membayar pajak kendaraan, Rabu, 13 Oktober 2021./Dok. Humas Pemprov Jateng/

GROBOGAN, suaramerdeka-wawasan.com - Salah satu wilayah di Kabupaten Grobogan, Desa Bandungharjo, punya cara unik untuk memudahkan dan meringankan warganya membayar pajak.

Salah satunya, ketika warga membayar pajak kendaraan bermotor bisa dilakukan dengan cara utang yang bisa dicicil.

Pembayar pajak kendaraan bermotor tak perlu datang ke Samsat. Tapi, cukup ke kantor desa setempat.

Baca Juga: Raih Medali Emas PON XX Papua di Nine Ball Single, Angeline Ingin Juara Lagi Nomor Ganda

Melalui dana talangan BUMDes setempat itu, pembayar pajak bisa utang dan dicicil selama tiga bulan.

Kebiasaan unik ini ditemui Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, saat berkunjung ke Kabupaten Groboga, pada Rabu, 13 Oktober 2021.

Ganjar saat itu menemukan cara membayar pajak warga Desa Bandungharjo, yang tak seperti biasanya.

Saat Ganjar datang di Desa Bandungharjo, ada salah satu warga yang sedang melakukan pembayaran pajak di sana.

Baca Juga: Dampak Kecelakaan Dul Jaelani, hingga Kini Ahmad Dhani Masih Tepati Janji untuk Menafkahi Enam Janda

Ia merasa penasaran kemudian menanyakan kepada warga tersebut, apakah benar bisa menyicil pembayaran pajak.

“Lagi opo mas? Perpanjangan STNK? Lha didawakke ngopo (dipanjangkan kenapa), nek dowo angel ditekuk lho (kalau panjang sudah dilipat),” canda Ganjar.

Warga itu mengatakan, memang datang untuk membayar pajak. Selain lebih dekat, pembayaran pajaknya bisa dicicil.

“Di sini dekat Pak, selain itu bisa dicicil. Ini saya pajaknya habis Rp1,5 juta, saya bayar Rp1 juta dulu, sisanya dicicil,” katanya, sambil mengeluarkan uang ratusan ribu sepuluh lembar.

Ganjar pun sangat mengapresiasi program ini. Menurutnya, program yang dikembangkan BUMDes Cindelaras Bandungharjo itu sangat menarik dan inspiratif.

“Ini ada yang menarik. Di Desa Bandungharjo, Kecamatan Toroh, ada BUMDes yang kreatif,'' kata Ganjar.

Ia mengatakan, BUMDes melayani pembayaran pajak kendaraan bermotor masyarakat dengan cara tak biasa.

''Nalangi sik (menalangi dulu) kalau ada warga yang belum punya uang dan sudah jatuh tempo. Bisa dicicil selama tiga bulan,” ungkap Ganjar.

Menurut Ganjar. selain membantu masyarakat mendekatkan pelayanan pembayaran pajak, sistem dana talangan juga sangat kreatif.

Hal ini, katanya, membuat masyarakat tertib membayar pajak karena ada kemudahan.

“Ini membantu penarikan pajak juga, negara terbantu. Tinggal kita dorong nanti lebih canggih lagi karena ini ada yang masih manual. Dan yang seperti ini di Grobogan sudah ada di delapan kecamatan berbeda,” ucapnya.***

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X