Dalam Sepekan Ini, 14 Daerah di Jateng Catat Nol Kematian akibat Covid-19

- Senin, 11 Oktober 2021 | 17:43 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (kiri) dan Kadinkes Jateng Yulianto Prabowo saat rapat penanganan Covid-19, Senin, 11 Oktober 2021. /Dok. Istimewa/
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (kiri) dan Kadinkes Jateng Yulianto Prabowo saat rapat penanganan Covid-19, Senin, 11 Oktober 2021. /Dok. Istimewa/

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com - Tercatat pada 4-10 Oktober 2021, sebanyak 14 daerah di Jateng mencatat nol kematian akibat kasus Covid-19.

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo, usai mengikuti rapat penanganan Covid-19 di Kantor Gubernur Jateng pada Senin, 11 Oktober 2021.

Menurut dia, hal ini mengindikasikan, penyebaran dan penanganan virus Corona di Jateng terkendali.

Baca Juga: Gara-gara Cemburu Istri Siri Mendua, Pemuda Ajak Teman Keroyok Selingkuhannya

Yulianto mengatakan, hingga 10 Oktober 2021 total kasus terkonfirmasi di Jateng adalah 625.170, sedang penambahan kasus positif tercatat ada 83 kasus.

Sementara itu, katanya, 14 wilayah yang mencatat nol kasus kematian akibat Covid-19 itu adalah Kabupaten Batang, Blora, Boyolali, Grobogan, Jepara, Karanganyar, Kendal, Kudus, Pekalongan, dan Kabupaten Temanggung.

Selain itu, juga Kota Magelang, Kota Pekalongan, Kota Salatiga, dan Kota Tegal.

Baca Juga: Perketat Prokes, Masuk Mapolda Jateng Wajib Lakukan Scan Barcode APlikasi PeduliLindungi

''Masih ada beberapa daerah yang mencatatkan angka kematian akibat penyakit ini, namun jumlahnya tidak banyak,'' ungkpanya.

Yulianto menambahkan, secara umum kasus kematian disebabkan faktor seperti komorbiditas, usia lanjut, dan belum mendapatkan vaksinasi.

Hanya saja, pihaknya akan melakukan kajian mendetail, terkait masih adanya kasus kematian akibat Covid-19 di Jateng.

"Yang mencatatkan adanya kasus kematian, jumlahnya satu orang itu di Banjarnegara, Brebes, Demak, Pati, Pemalang, Purworejo, Rembang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Tegal, dan Wonosobo," jelasnya.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengingatkan, Pemerintah dan masyarakat tidak lalai terhadap kasus yang terus menurun, mengingat saat ini mendekati libur Natal dan tahun baru.

Ganjar tetap mewanti-wanti, agar tidak muncul gelombang ketiga Covid-19, dengan cara menggenjot vaksinasi.

Selain itu, katanya, kepada bupati dan walikota agar tidak lengah terhadap pengawasan masyarakat.

''Masker yang paling utama tidak boleh dicopot, sehingga mereka yang beraktivitas ekonomi, ibadah, sekolah berada dalam kondisi prokes yang ketat," tegas Ganjar.***

 

Halaman:

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X