Pekerjakan Anak-anak sebagai PL dan PSK, Tempat Karaoke di Patean Kendal Digerebek Polisi

- Senin, 11 Oktober 2021 | 15:40 WIB
Tersangka pengelola karaoke dan barang bukti saat Konferensi Pers di Polres Kendal, Senin, 11 Oktober 2021. /Dok. Humas Polres Kendal/
Tersangka pengelola karaoke dan barang bukti saat Konferensi Pers di Polres Kendal, Senin, 11 Oktober 2021. /Dok. Humas Polres Kendal/

KENDAL, suaramerdeka-wawasan.com – Tempat karaoke di Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal, digerebek Polres setempat lantaran mengeksploitasi anak dengan mempekerjakan sebagai pemandu lagu (PL) dan PSK (pekerja seks komersial).

Kasat Reskrim Polres Kendal, Daniel A Tambunan, mengatakan, empat anak yang dipekerjakan sebagai pemandu lagu dan PSK itu, masing-masing RDM (16), RT (17), PS (15) dan AU (16).

''Saat kami melakukan penggerebekan, di lokasi kami dapati anak-anak tersebut sedang melayani tamu. Para korban sebagian besar berasal dari Wonosobo,'' kata Daniel, dalam konferensi pers pada Senin, 11 Oktober 2021.

Baca Juga: Kabur saat Baru Tiga Hari Jalani Isoman di Wisma Atlet, Rachel Vennya Jadi Sorotan Netizen

Ia mengatakan, dari lokasi diamankan MN alias YL yang merupakan pengelola tempat karaoke tersebut.

''Kami juga menyita satu botol minuman anggur merah dan empat gelas, serta sejumlah uang yang diduga merupakan hasil keuntungan dari eksploitasi anak,'' ungkapnya.

Kasat Reskrim mengatakan, berdasarkan keterangan para saksi, setiap kali menemani tamu sebagai PSK, anak-anak tersebut diwajibkan menyetor uang kepada pengelola sebesar Rp50.000.

Baca Juga: Karut Marut Rumah Tangganya, Antarkan Larissa Chou Masuk Nominasi Asmara Tersilet di Silet Awards 2021

Sementara tersangka MN alias YL mengaku, jumlah setoran anak buahnya semakin banyak, jika mereka memandu tamu berkaraoke.

''Jika mereka sebagai pemandu lagu, pengelola mendapatkan uang Rp50.000 per jam,'' kata Daniel mengutip pengakuan tersangka.

Daniel menjelaskan, barang bukti lain yang diamankan berupa satu unit proyektor merk Hitachi, beserta remotnya, 1 unit CPU, 1 unit power, 2 Unit Mixer, 2 unit microphone.

Selain itu, juga  sebuah keyboard merk M-Tech, 1 bendel nota pembayaran, dan 1 unit handphone merk Oppo A1K.

Kata Daniel, MN alias YL dikenakan pelanggaran pasal 76 I jo pasal 88 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

''Sedang ancaman hukumannya, penjara selama-lamanya 10 (sepuluh) tahun,'' tegasnya.***

Halaman:
1
2

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X