Berstatus Siaga, Lagi-lagi Gunung Merapi Muntahkan Lava Pijar dengan Jarak Luncur 1,8 Km

- Rabu, 29 September 2021 | 14:22 WIB
Ilustrasi muntahan lava pijar Gunung Merapi. /Pixabay/
Ilustrasi muntahan lava pijar Gunung Merapi. /Pixabay/

MAGELANG, suaramerdeka-wawasan.com - Gunung Merapi kembali memuntahkan lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1,8 kilometer ke arah barat daya pada Rabu, 29 September 2021 dini hari.

Menurut Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, peristiwa tersebut terjadi sejak pukul 00.00 hingga 06.00 WIB.

Hanik mengatakan, dalam rentang waktu itu pun terjadi 29 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-27 mm selama 17-118 detik, dan tujuh kali gempa hembusan dengan amplitudo 4-8 mm selama 13-15 detik.

Baca Juga: Jangan Lengah dengan Covid-19! Gus Yasin Minta PMI Jateng Galakkan Gedor Lakon

Hanik juga mengatakan bahwa Gunung Merapi mengalami 26 gempa frekuensi rendah dengan amplitudo 5-14 mm selama 5-7 detik dan 15 gempa fase banyak dengan amplitudo 5-9 mm selama 4-8 detik.

Sedangkan pada pagi harinya, terlihat asap bertekanan lemah berwarna putih terpantau keluar dari kawah Gunung Merapi.

Jika dibandingkan pada pengamatan di hari Selasa, 28 September 2021 pukul 18.00 hingga 24.00 WIB, Gunung Merapi memang terlihat meningkatkan aktivitas vulkanisnya.

Baca Juga: Ketemu Para Pedangdut Muda, Inul Daratista Kenang Perjuangannya dari Panggung ke Panggung

Gunung Merapi, tercatat 13 kali meluncurkan guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1,5 kilometer ke arah barat daya.

Hingga kini BPPTKG menyatakan, bahwa status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.

Guguran lava dan awan panas Merapi diperkirakan berdampak pada wilayah sektor selatan-barat daya, yang meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Apabila terjadi letusan, lontaran material vulkanik dari Gunung Merapi dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak gunung.***

Halaman:
1
2

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X