Jangan Lengah dengan Covid-19! Gus Yasin Minta PMI Jateng Galakkan Gedor Lakon

- Rabu, 29 September 2021 | 13:57 WIB
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen. /Humas Pemprov Jateng/
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen. /Humas Pemprov Jateng/

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen berharap, PMI (Palang Merah Indonesia) Jateng menyiapkan stok plasma konvalesen sebagai antisipasi kasus Covid-19.

Menurut Gus Yasin, sapaan akrab Wakil Gubernur Jateng, stok palsma konvalesen harus disediakan sejak sekarang untuk mengantisipasi kasus Covid-19 kalangan anak.

Memang, hingga saat ini stok plasma konvalesen di Jawa Tengah masih cukup. Bahkan, sampai 26 September 2021, stok plasma konvalesen mencapai sekitar 1.109 kantong.

Baca Juga: Ketemu Para Pedangdut Muda, Inul Daratista Kenang Perjuangannya dari Panggung ke Panggung

Namun, Gus Yasin berharap, seluruh penyintas diminta secara sukarela agar mau mendonorkan plasma konvalesen sebagai tambahan.

"Kita harus berjaga-jaga. Jangan sampai kasusnya tinggi, kebutuhan (Plasma Konvalesen) meningkat, kita kehabisan stok. Kita pelajari yang gelombang kemarin (Juni) itu bagaimana, dan harus kita antisipasi,” kata Gus Yasin, dikutip dari rilis Humas Pemprov Jateng.

Ia mengatakan, semua pihak harus berjaga-jaga. ''Jangan sampai kasusnya tinggi, kebutuhan (Plasma Konvalesen) meningkat, kita kehabisan stok,'' jelasnya.

Baca Juga: Beli lewat Online, Pengedar Pil Koplo Berikut Barang Buktinya Dibekuk Polsek Tembalang Semarang

Ia pun mengajak untuk belajar dari peristiwa sebelumnya, agar bisa meengantisipasinya.

“Kalau perlu Gedor Lakon (Gerakan Donor Plasma Konvalesen) harus kita gencarkan lagi," tegas Gus Yasin.

Menurut Gus Yasin, pihaknya juga sepakat dengan Gubernur, apabila surveilans yang dilakukan tinggi dan lebih sering, maka kondisi riil dapat diketahui secara lebih cepat.

"Maka kalau lebih cepat diketahui kondisi riilnya, datanya sudah kita dapat, maka penanganannya bisa lebih teliti. Plasma konvalesen sebagai salah satu metode pemulihan pasien Covid-19, harus kita jaga stoknya, jangan sampai kurang," jelas dia.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, meminta pengawasan terhadap penyebaran Covid-19 tidak berhenti.

Ganjar Pranowo menilai, semakin sering pengawasan dilakukan akan semakin bagus (riil) data yang didapatkan.

"Surveilannya nggak boleh berhenti. Nggak usah takut tertinggi atau terendah yang penting surveilannya dilakukan dengan ketat," kata Ganjar.

Sebagai informasi, berdasarkan studi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) terdapat 10 daerah di Indonesia dengan kasus anak terkonfirmasi covid terbanyak.

Yakni di wilayah Jawa Barat, Riau, Jawa Tengah, Sumatera Barat, Kalimantan Timur, Jawa Timur, Bali, Sumatera Utara, DIY, dan Papua.***

Halaman:
1
2

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X