Apresiasi Pelaksanaan PTM di Jateng, Kepala Perwakilan Unicef Indonesia: Bisa Jadi Contoh yang Lain

- Rabu, 29 September 2021 | 11:47 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat menerima audensi dari Unicef di kantornya pada Selasa, 28 9 September 2021. /Humas Pemprov Jateng/
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat menerima audensi dari Unicef di kantornya pada Selasa, 28 9 September 2021. /Humas Pemprov Jateng/

SEMARANG, suaramerdeka-wawasan.com - Upaya Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam pelaksanaan PTM (Peembelajaran Tatap Muka) di daerahnya diapresiasi Unicef (United Nation Children Fund).

Unicef menilai, pelaksanaan PTM di Jateng sangat memperhatikan keamanan dan kesehatan siswa, guru maupun orangtua.

Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan Unicef Indonesia di Surabaya, Ermi Ndoen, usai bertemu dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di kantornya, Selasa, 28 September 2021.

Baca Juga: Kondisi Tukul Arwana Kian Membaik, Butuh Waktu Perawatan Lama

Pertemuan ini, terjadi usai Ganjar membaca pernyataan dari WHO (World Health Organitation) dan Unicef, agar anak Indonesia segera memulai PTM.

Ganjar Pranowo juga mengapresiasi kesigapan Unicef dalam merespon komunikasi. Sebab, katanya, pihaknya memiliki sejumlah syarat yang harus dipenuhi sebelum sebuah sekolah menggelar PTM.

“Ketika WHO sama Unicef ingin kita PTM-nya cepet dibuka, saya komunikasi dengan mereka, ini maksud pernyataannya apa, karena kami punya syarat, epidemiologis, vaksin, kesiapan prokes yang ada di sekolah, maka kami tidak tergesa-gesa,” kata Ganjar.

Baca Juga: Pengelola Pijat Plus Sejenis di Solo Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Polda Jateng : Tarif Rp 350 Ribu

Respon cepat dari Unicef ini pun disambut baik oleh Ganjar Pranowo.

Pihaknya dengan senang hati menerima masukan dan saran yang diberikan, mulai dari penerapan sistem reward, hingga tawaran aplikasi untuk pengawasan sekolah selama pelaksanaan PTM.

“Sebenarnya ada aplikasi yang bisa ditransform, mereka sudah punya berbasis desa, maka saya minta hari ini mbok basisnya sekolahan. Sehingga kita bisa cek satu per satu bagaimana pelaksanaannya cara mereka melakukan proses belajar mengajar dan cukup dengan WA maka bagus,” kata Ganjar.

Kemudian terkait sistem penghargaan, lanjut Ganjar, juga ide yang sangat bagus.

Ganjar mengatakan, dengan reward system tersebut, baik sekolah, siswa maupun guru akan berlomba menjadi percontohan pelaksanaan PTM yang baik di masa pandemi.

“Maka nanti beberapa sekolah yang melanggar, ya tidak dapat reward dan sistem ini harapan nanti bisa kita pakai untuk memantau, ya tentu saja selebihnya kita lakukan percepatan vaksin untuk pelajar,” tandas Ganjar.

Kepala Perwakilan Unicef Indonesia di Surabaya, Ermi Ndoen, yang dijumpai usai pertemuannya dengan Ganjar mengatakan, sebenarnya pelaksanaan PTM di Jawa Tengah sangat bagus dan bisa dijadikan contoh oleh daerah lain.

Terutama, kata Ermi Ndoen, keterlibatan seluruh komponen dalam menciptakan PTM yang sehat dan aman.

“Unicef sangat mengapresiasi langkah-langkah yang diambil oleh Pak Gub dan komponen masyarakat di Jawa Tengah. Sangat bagus ya, contoh yang baik bagaimana kesiapan pemerintah dalam mendukung terciptanya sekolah yang sehat dan aman untuk kegiatan tatap muka ke depan,” kata Ermi.

Dalam diskusi, Ermi juga memberikan beberapa masukan dan saran. Agar pelaksanaan PTM di Jateng terus berjalan dan meminimalisir munculnya klaster-klaster penyebaran Covid-19. Salah satunya dengan penerapan aplikasi untuk memantau kesiapan dan keamanan sekolah penyelenggara PTM.

“Kami akan coba kembangkan di Jawa Tengah, sehingga kita bisa punya data real-time untuk memantau apakah sekolah itu aman atau tidak untuk kegiatan tatap muka,” ujarnya.***

Halaman:
1
2

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X