Air Pelanggan PDAM di Blora Terancam Macet : Sungai Bengawan Solo di Cepu Bertaburan Limbah

- Kamis, 16 September 2021 | 09:33 WIB
Sungai Bengawan Solo di Cepu kembali tercemar sehingga airnya berwarna hitam dan berbuih. (suaramerdeka.com / Urip Daryanto)
Sungai Bengawan Solo di Cepu kembali tercemar sehingga airnya berwarna hitam dan berbuih. (suaramerdeka.com / Urip Daryanto)

BLORA, suaramerdeka-wawasan.com- Belum tuntas mengusut tuntas pencemaran ciu sungai Bengawan Solo kembali tercemar limbah.

Pencemaran limbah kembali terjadi di aliran Sungai Bengawan Solo di Cepu pada Rabu, 15 September 2021.

Akibat terjadinya pencemaran limbah aliran Sungai Bengawan Solo di Cepu ini membuat Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) tidak berproduksi.

Baca Juga: Brebes Kembali PPKM Level 4, Gubernur : Jangan Lengah, Bupati : Akan Kirim Data Riil

Selain itu, air PDAM yang mengalir ke pelanggan di Blora terancam macet.

Tidak berproduksinya kembali air PDAM di Cepu dibenarkan oleh Direktur PDAM Blora, Yan Riya Pramono.

Yan Riya Pramono menegaskan pihaknya terpaksa memberhentikan produksi akibat adanya pencemaran limbah di aliran Sungai Bengawan Solo di Cepu.

Baca Juga: Eksekutor Begal di Jalan Pemuda Semarang Mengaku Selama Buron Dibayangi Korban : Sempat Kabur ke Subang

Menurut Riya Pramono, pencemaran limbah tersebut sangat berbahaya, sehingga PDAM melakukan antisipasi dengan terpaksa off kembali.

Riya Pramono berharap agar pencemaran limbah di aliran Sungai Bengawan Solo cepat usai sehingga PDAM akan kembali memproduksi air di tempat tersebut.

Dikutip dari Suaramerdeka.com, beberapa waktu yang lalu 12.000 pelanggan PDAM di lima kecamatan di Blora macet total.

Baca Juga: Ketua DPR Puan Menilai Penggunaan PeduliLindungi Merampas Hak Rakyat yang Tak Punya Ponsel Pintar

Hal ini dikarenakan adanya pencemaran limbah di aliran sungai Bengawan Solo di Cepu.

Pencemaran limbah aliran sunga Bengawan Solo sering kali terjadi.

Peristiwa pencemaran sungai Bengawan Solo jadi perhatian Polda Jateng untuk melakukan pengusutan.

Baca Juga: 4 Penjual Serifikat Vaksin Covid-19 Dibekuk, Polisi : Dipatok Harga Rp 200 Ribu Hingga Rp 300 Ribu

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Iqbal Alqudusy mengungkapkan pihaknya telah menyelidiki kasus pencemaran limbah ciu di aliran sungai Bengawan Solo bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK).

Dari hasil penyelidikan ditemukan dua uasha yang memproduksi ciu dan limbahnya dibuang di Sungai Bengawan Solo.

Menurut Kabid Humas, kedua perusahaan tersebut sudah mendapatkan sanksi administrasi dari DLHK.

Baca Juga: Memasuki Musim Hujan, BMKG : Tanah Longsor Menghantui Sejumlah Daerah, Termasuk Jawa Tengah

Dijelaskan Iqbal, pencemaran limbah sungai Bengawan Solo bisa dikenai pasal 114 UU Nomor 32 tahun 2009, dengan pidana penjara paling lama 1 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

Artikel ini sebelumnya tayang di Suaramerdeka.com berjudul '' Lagi, Lagi Limbah Cemari Sungai Bengawan Solo di Cepu ''***

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Sumber: suaramerdeka.com

Tags

Terkini

X