Perusahaan Cemari Limbah di Sungai Bengawan Solo Diselidiki Polda Jateng : Bisa Diancam Pidana

- Jumat, 10 September 2021 | 07:04 WIB
Sungai Bengawan Solo yang airnya tercemar limbah, Polda Jateng melakukan penyelidikan akan menindak tegas perusahaan yang mencemari limbah. /Dinas pariwisata kota solo/
Sungai Bengawan Solo yang airnya tercemar limbah, Polda Jateng melakukan penyelidikan akan menindak tegas perusahaan yang mencemari limbah. /Dinas pariwisata kota solo/

SOLO, suaramerdeka-wawasan.com - Kasus pencemaran limbah di sungai Bengawan Solo menjadi perhatian serius petugas kepolisian.

Pencemaran limbah yang terjadi di sungai Bengawan Solo diduga kuat dari perusahan-perusahaan yang membuang limbah ke sungai.

Pencemaran libah di sungai Bengawan Solo juga jadi perhatian dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Jawa Tengah.

Baca Juga: Tubuh Dilumat Api, 3 Warga Binaan Dirawat di RSUD Meninggal : Santunan Rp 30 Juta Setiap Korban Wafat

Guna mengusut kasus sungai Bengawan Solo yang tercemar limbah, Polda Jateng bersama DLHK akan melakukan koordinasi intensif.

Hal ini seperti ditegaskan Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Lutfhi melalui Kabid Humas Kombes Pol Iqbal Alqidusy, Kamis, 9 September 2021, pihaknya tidak main-main dengan pencemaran limbah Bengawan Solo.

Polda Jateng, jelas Iqbal Alqidusy, akan melakukan koordinasi intensif dengan DLHK untuk mengetahui perusahaan-perusahan yang mencemari limbah Bengawan Solo.

Baca Juga: Virus Covid-19 Masih Mengancam Jawa Tengah , Gubernur Ganjar : Program Vaksin Dioptimalkan

Diungkapkan Kabid Humas, petugas akan menindak tegas perusahaan yang mencemari limbah sungai Bengawan Solo.

Menurut Kabid Humas Iqbal, petugas akan meminta data pada DLHK tentang perusahaan yang sudah sudah dikenai sanksi administratif, tapi tetap membendel mencemari limbah di sungao Bengawan Solo.

Ditegaskan, Iqbal, petugas akan langsung mlakukan penyelidikan terhadap perusahaan tersebut.

Baca Juga: Dampak Minuman Keras Ngeri, Kaka Dibacok Parang Teman Sendiri, Kapolrestabes : Stop Miras

Menurut Iqbal perusahaan yang mencemari bisa dikenai pasal 114 Undang-undang PPLH, dengan ancaan hukuman paling lama 1 tahun penjara dan hukuman maksimal Rp 1 miliar.

Polda Jateng bersama DLHK menghimbau kepada masyarakat atau perusahaan untuk tidak mencemari limbah di sungai Bengawan Solo. ***

 

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Terkini

X