Pembobol Toko Vape di Purbalingga Mengaku Terdesak Kebutuhan Hidup, Kasatreskrim : Gunakan Kunci Palsu

- Selasa, 31 Agustus 2021 | 16:46 WIB
Kabag Operasi Polres Purbalingga Kompol Pujiono memintai keterangan pelaku pembobolan toko Vape tersangka EP. ist/suaramerdeka-wawasan.com
Kabag Operasi Polres Purbalingga Kompol Pujiono memintai keterangan pelaku pembobolan toko Vape tersangka EP. ist/suaramerdeka-wawasan.com

PURBALINGGA, suaramerdeka-wawasan.com - Pelaku pembobolan toko Vape di Purbalingga tersangka EP (29) mengaku terdesak kebutuhan hidup.

Tersangka Ep juga mengaku sangat butuh uang untuk anak dan istrinya, selama pendemi Covid tak bekerja.

Tersangka EP merupakan warga Desa Bodas Karangjati, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga.

Baca Juga: Cuekin Relawan, Ganjar Pranowo: Nggak Etis, Rakyat Nangis Butuh Sembako Bicara Deklarasi

Hal ini disampaikan Kapolres Purbalingga AKBP Fannky Ani Sugiharto melalui Kabag Operasi Polres Purbalingga Kompol Pujiono dalam keterangannya, Selasa 31 Agustus 2021.

Peristiwa pembobolan toko Vape terjadi pada 2 Agustus 2021 pukul 01.30 dini hari.

Dijelaskan Pujiono, dalam penangkapan tersebut disita puluhan barang bukti hasil pencurian.

Baca Juga: Tekan Risiko Penularan Covid-19 saat PTM, Pemprov Jateng Siapkan Aplikasi Skrining

Sementara Kasatreskrim AKP Gurbacov didampingi Kasi Humas, Iptu Muslimun mengatakan, modus operandinya menggunakan kunci palsu lewat pintu belakang toko.

Selain itu tersangka EP, kata Kasatreskrim, setelah diperiksa ternyata pelaku merupakan residivis juga kasus pencurian di sejumlah toko.

Dijelaskan Kasatreskrim, pelaku sebelum melakukan aksinya, tersangka EP melakukan pengamatan.

Baca Juga: Tutup Jalan, 15 Simpatisan Habib Rizieq Digelandang Polisi, Waka Polres Metro Jaya : Sudah Kondusif

Tersangka EP kos di salah satu rumah di dekat toko Vape milik Yohan Prayuda Kusuma, warga Banyumas.

Pada saat terjadi pembobolan toko, pemilik tidak berada di tempat karena toko sudah tutup.

Barang bukti yang disita terkait dengan rokok elektrik di antaranya 26 RDA (Rebuidabel Dripping Atomizer).

Baca Juga: Hindari Kerumunan, Alumni Akpol 92 Bagi Sembako dari Rumah ke Rumah di Kelurahan Lamper Semarang

38 rokok elektrik kecil, 26 MOD atau alat penyimpanan sumber kelistrikan vape, 94 botol liquid.
Selain itu ada 92 buah coil POD, 13 buah coil MOD, 33 kapas sumbu pembakar.

Diamankan pula satu tablet android, kunci pintu palsu dan gunting.

''Pelaku terancam hukuman pidana penjara selama 7 tahun,''tambah Kabag Operasi. ***

 

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Sumber: Humas Polres Purbalingga

Tags

Terkini

X