Presiden Amerika Joe Biden Perintahkan Pentagon Serang ISIS : Bersumpah Tak akan Memaafkan

- Jumat, 27 Agustus 2021 | 09:38 WIB
Ilustrasi bom meledak/ Usai adanya 2 ledakan yang menghancurkan bandara Kabul dan sekitarnya, ISIS mengklaim mereka bertanggung jawab atas serangan itu. /Pexels/Pixabay
Ilustrasi bom meledak/ Usai adanya 2 ledakan yang menghancurkan bandara Kabul dan sekitarnya, ISIS mengklaim mereka bertanggung jawab atas serangan itu. /Pexels/Pixabay

AFGHANISTAN, suaramerdeka-wawasan.com - Bandara kabul, Afghanistan porak-poranda akibat diledakan oleh sekolompok orang tak dikenal.

Ledakan bom tersebut membuat 60 warga yang berada di dalam bandara yang saat itu akan keluar dari Afghanistan dikabarkan tewas.

Selain meneawskan 60 warga Afghanistan, ledakan bom tersebut juga menewaskan 12 tentara Amerika Serikat.

Para korban tentara Amerika Serikat tersebut berada di dalam bandara kabul karena melakukan pengamanan proses evakuasi warga Afghanistan yang akan keluar dari Afghanistan.

Baca Juga: Sami Sadat Tak Terima Dituduh Runtuhkan Afghanistan : Kami Sudah Berjuang, Kehilangan 66 Ribu Tentara

Dalam peristiwa tersebut, dengan tegas kelompok ISIS mengaku bertanggung jawab terhadap peledakan bom di bandara Kabul, Afghanistan.

Atas kasus ledakan bom yang menewaskan tentara Amerika Serikat, Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden murka atas serangan bom di Bandara Kabul.

Dikutip SuaraMerdeka-Wawasan.com dari berita Pikiran-Rakyat.com berjudul ''Joe Biden Bersumpah Akan Balas Dendam Usai ISIS Ledakkan Bandara Kabul: Kami Buru Anda''.

Joe Biden bahkan bersumpah akan melakukan serangan balik dalam waktu dekat. Presiden AS tersebut juga telah memerintahkan Pentagon untuk melakukan serangan balasan.

Baca Juga: Tentara Amerika Pimpin Evakuasi Warga Afghanistan di Bandara Kabul, Berjubel untuk Bisa Diangkut Pesawat

"Kami tidak akan memaafkan, kami tidak akan melupakan," kata Biden di Gedung Putih dengan nada tinggi dikutip dari Reuters, Jumat 27 Agustus 2021.

"Kami akan memburu Anda dan membuat Anda membayar," kata dia.

Di sisi lain, ISIS mengklaim serangan di Bandara Kabul merupakan ulah mereka.

"Serangan dari kelompok militan Islam berhasil mencapai target saat pertemuan besar penerjemah, kolaborator, dengan tentara Amerika di 'Baran Camp' dekat Bandara Kabul," tulis keterangan ISIS dikutip dari Reuters, Jumat 27 Agustus 2021.

"Seorang pengebom bunuh diri menewaskan sekitar 60 orang dan melukai lebih dari 100 lainnya termasuk pejuang Taliban," tambah keterangan ISIS.*** (Mitha Paradilla Rayadi/pikiran=rakyat.com)

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Tags

Terkini

X