Sami Sadat Tak Terima Dituduh Runtuhkan Afghanistan : Kami Sudah Berjuang, Kehilangan 66 Ribu Tentara

- Kamis, 26 Agustus 2021 | 09:56 WIB
Ilustrasi rakyat Afghanistan. /Pixabay/ArmyAmber
Ilustrasi rakyat Afghanistan. /Pixabay/ArmyAmber

Sami Sadat juga tidak terima dituduh sebagai pihak yang meruntuhkan Afghanistan usai Taliban datang ke Kabul.

"Saya sedih melihat Tuan Biden dan pejabat Barat menyalahkan Angkatan Darat Afghanistan karena runtuh tanpa menyebutkan alasan mendasar yang terjadi," katanya lagi, dilansir dari Daily Mail Kamis, 26 Agustus 2021.

Selain itu, Sami Sadat menolak pemberitaan bahwa pasukan Afghanistan menyerah tanpa perlawanan pada Taliban.

Hal tersebut terbukti dengan catatan bahwa angkatan darat Afghanistan telah kehilangan 66.000 pasukannya selama 20 tahun.

"Kami berjuang, dengan berani, sampai akhir. Kami kehilangan 66.000 tentara selama 20 tahun terakhir; itu seperlima dari perkiraan kekuatan tempur kita," katanya.

Dalam essainya, Semi Sadat mengemukakan kemarahannya dan menuliskan bahwa pasukan angkatan darat tidak bersalah atas runtuhnya pemerintahan Afghanistan, tetapi para politisi Kabul dan Washington.

Dia menyalahkan pemerintahan Presiden Ashraf Ghani yang korup serta pemerintahan Joe Biden dan Donald Trump.*** (Mitha Paradilla Rayadi/Pikiran-Rakyat).

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Tags

Terkini

X