Tentara Amerika Pimpin Evakuasi Warga Afghanistan di Bandara Kabul, Berjubel untuk Bisa Diangkut Pesawat

- Minggu, 22 Agustus 2021 | 07:46 WIB
Ilustrasi. /PIXABAY/AP-Berlin
Ilustrasi. /PIXABAY/AP-Berlin

AFGHANISTAN, suaramerdeka-wawasan.com - Kelompok Taliban kini terus menguasai Afghanistan untuk menyusun pemerintahan baru.

Suasana di Afghanistan kini makin mencekam, warga terus dihantui rasa ketakutan adanya informasi kelompok taliban akan melakukan kekerasan.

Apalagi dengan adanya kabar, kalau kelompok Taliban melakukan penculikan terhadap Warga Negara Asing (WNA) yang tinggal di Afghanistan.

Kabar penculikan tersebut, membuat WNA di Afghanistan menjadi panik dan berusaha untuk menacari kebenaran tersebut.

Baca Juga: Warga Afghanistan Masih Dirudung Ketakutan, Bandara Kabul Dijaga Ketat 5.000Tentara Amerika

Menanggapi penculikan WNA, kelompok Taliban membantah laporan yang menyebutkan bahwa mereka menculik warga negara asing di Afghanistan.

Seorang pejabat Taliban telah membantah laporan bahwa warga negara asing diculik di dekat bandara Kabul pada Sabtu, 21 Agustus 2021.

Sampai saat ini, bandara Kabul masih dipenuhi kerumunan besar orang di tengah upaya evakuasi yang dipimpin oleh Amerika Serikat.

Baca Juga: Menlu China Serukan Dunia Internasional Harus Membimbing Afghanistan Menuju Pemerintah Baru

Dikutip SuaraMerdeka-Wawasan.com dari berita Pikiran-Rakyat.com berjudul ''Bantah Culik WNA di Afghanistan, Taliban: Itu Rumor, Kami Bantu Mereka...''.

Laporan penculikan yang terjadi di tengah kerumunan itu pun dibantah oleh Kelompok Taliban, dan mengklaim pihaknya justru membantu WNA di Afghanistan.

"Laporan tentang penculikan adalah rumor. Anggota Taliban membantu semua warga negara asing untuk mendapatkan akses ke bandara,” kata juru bicara Taliban, Ahmadullah Waseq, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Xinhua.

Setelah Taliban mengambil alih Ibu Kota Afghanistan, Kabul, pada Minggu, 15 Agustus 2021, ribuan warga membanjiri bandara untuk meninggalkan negara tersebut.

Penerbangan evakuasi pun sampai saat ini terus berlanjut, dengan tiga penerbangan lepas landas pada Sabtu, 21 Agustus 2021 pagi.

Selain itu, sekitar 5.000 tentara AS dikerahkan di bandara Kabul, untuk membantu proses pengangkutan melalui jalur udara tersebut.

Setidaknya 12 orang dilaporkan tewas dalam aksi penembakan senjata dan penyerbuan di bandara sejak Hari Minggu, 15 Agustus 2021.

Situasi di Afghanistan pun masih belum pasti, setelah pengambilalihan kilat yang dilakukan Taliban atas sebagian besar negara tersebut.*** (Eka Alisa Putri/Pikiran-Rakyat.com)

 

 

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Tags

Terkini

X