Nasib Wanita Afghanistan, Taliban Mengizinkan untuk Memegang Posisi Politik

- Kamis, 19 Agustus 2021 | 11:43 WIB
Ilustrasi perempuan Afghanistan. /Pixabay/ArmyAmber
Ilustrasi perempuan Afghanistan. /Pixabay/ArmyAmber

Di samping itu, Shaheen juga memiliki pesan untuk Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan komunitas internasional yang lebih luas bahwa mereka harus menghormati aspirasi rakyat Afghanistan.

“Ini adalah kewajiban mereka karena mereka berada di balik kehancuran Afghanistan selama 20 tahun pendudukan,” kata Shaheen.

Tentunya adalah kewajiban moral mereka juga, untuk membantu merekonstruksi Afghanistan dan membantu orang-orang untuk memulai kehidupan baru, dan babak baru.

Dalam hal ini, Shaheen mengatakan bahwa tidak ada kelompok atau individu yang diizinkan menggunakan suaka Afghanistan untuk merencanakan kegiatan terorisme.

AS dan kekuatan lainnya menginvasi Afghanistan pada musim gugur 2001, dengan mengatakan bahwa para pemimpin Taliban telah memberikan perlindungan kepada teroris al-Qaeda di balik serangan terhadap AS pada 11 September 2001.

Dalam wawancara itu, Shaheen juga ditanya tentang video dan foto viral yang menunjukkan warga Afghanistan jatuh dari pesawat dalam upaya mereka untuk melarikan diri dari negara itu.

Dia mengatakan Taliban tidak bertanggung jawab untuk hal itu, karena warga sudah lama ingin pergi dari negara yang miskin, meskipun eksodus kemudian dipercepat karena pasukan Taliban mengambil alih lebih banyak wilayah dalam beberapa pekan terakhir.

Namun, Shaheen mengatakan bahwa Taliban dapat mengambil alih Afghanistan begitu cepat karena mereka menginginkan apa yang diinginkan rakyat.

“Tuntutan kami serupa. Budaya kita mirip. Semuanya mirip. Kami lebih dekat dengan rakyat daripada mereka (pemerintah sebelumnya),” ujarnya.

Dengan penghentian bantuan internasional, Sky News bertanya kepada Shaheen bagaimana Taliban dapat menjalankan negara secara finansial.

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Tags

Terkini

X