Nasib Wanita Afghanistan, Taliban Mengizinkan untuk Memegang Posisi Politik

- Kamis, 19 Agustus 2021 | 11:43 WIB
Ilustrasi perempuan Afghanistan. /Pixabay/ArmyAmber
Ilustrasi perempuan Afghanistan. /Pixabay/ArmyAmber

Akan tetapi kelompok itu secara terbuka membantah segala upaya balas dendam.

Lebih lanjut, Shaheen mengatakan kepada media Inggris pada Selasa, 17 Agustus 2021 bahwa wanita Afghanistan akan memiliki hak untuk bekerja, dan menerima pendidikan hingga tingkat universitas.

“Kebijakan kami jelas, mereka bisa memiliki akses ke pendidikan dan pekerjaan, itu satu hal. Mereka dapat memegang posisi, tetapi posisi yang dapat mereka pegang adalah berdasarkan aturan Islam jadi ada kerangka umum untuk mereka,” kata shaheen.

Berbicara kepada Sky News, Suhail Shaheen mengatakan di bawah Taliban, wanita Afghanistan tetap diharapkan mengenakan jilbab, meskipun tidak menutupi seluruh wajah.

“Ini bukan aturan kami, ini aturan Islam. Ini untuk keamanan mereka,” ujar Shaheen.

Kemudian, ketika ditanya siapa yang akan memimpin Taliban di negara itu, Shaheen mengatakan konsultasi akan dilakukan dan hasilnya diumumkan dalam dua atau tiga hari.

Di sisi lain, Mullah Abdul Ghani Baradar secara luas dianggap sebagai calon utama.

Dikutip SuaraMerdeka-Wawasan.com dari berita Pikiran-Rakyat.com berjudul ''Janji Taliban bagi Perempuan Afghanistan, Bisa Kerja dan Berpendidikan Tinggi''.

Diketahui, dia adalah salah satu anggota pendiri Taliban pada 1990-an dan merupakan wakil pemimpin dan kepala politik saat ini.

Selain itu, Shaheen mengatakan Baradar berniat untuk kembali ke Afghanistan tetapi tidak bisa mengatakan tepatnya kapan, sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman Anadolu Agency.

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Tags

Terkini

X