Pelajar dan Mahasiswa Afghanistan Berharap Taliban Akan Jaga Keamanan, Kami Tak Ingin Perang

- Kamis, 19 Agustus 2021 | 07:32 WIB
Ilustrasi beberapa mahasiswa Afghanistan yang mempertanyakan masa depannya usai Taliban menguasai negaranya. /PIXABAY/ArmyAmber
Ilustrasi beberapa mahasiswa Afghanistan yang mempertanyakan masa depannya usai Taliban menguasai negaranya. /PIXABAY/ArmyAmber

AFGHANISTAN, suaramerdeka-wawasan.com - Taliban kini terus menguasai Afghanistan, aktivitas warga di Kota Herat, Afghanistan Barat tetap berjalan.

Bahkan kegiatan sekolah berjalan seperti biasa, para siswa melakukan proses belajar di sekolah masing-masing.

Mereka para pelajar dan mahasiswa tetap belajar di sekolah dan kampus.

Baca Juga: Cabut Status Darurat Covid-19, PM Malaysia Muhyiddin Dituding Abai pada Raja dan Berkhianat

Para pelajar dan mahasiswa di Afghanistan tak mau ambil pusing dengan gejolak yang terjadi.

Para pelajar perempuan tampak mengenakan kerudung putih kembali ke ruang kelas hanya beberapa hari Afghanistan diambil alih Taliban.

“Kami ingin maju seperti negara lain,” kata seorang pelajar bernama Roqia, dikutip dari Al Jazeera, Kamis, 19 Agustus 2021.

Baca Juga: Sekretaris Umum Muhammadiyah Menyebut Untuk Menjadi Bangsa yang Kokoh, Persatuan Perlu Dipertahankan

“Dan kami berharap Taliban akan menjaga keamanan. Kami tidak menginginkan perang, kami menginginkan perdamaian di negara kami," ujarnya.

Perempuan dan anak-anak berjalan lebih bebas di jalanan, menghadiri sekolah dan perguruan tinggi dalam jumlah besar di kota yang terkenal dengan puisi dan seninya, menurut Al Jazeera.

Dikutip SuaraMerdeka-Wawasan.com dari berita Pikiran-Rakyat.com berjudul ''Meski Dikuasai Taliban, Gadis-gadis Afghanistan Kembali ke Sekolah''.

Ketika Taliban menguasai Afghanistan pada 1990-an, perempuan dan anak perempuan sebagian besar tidak mendapat pendidikan dan pekerjaan.

Saat itu, para perempuan wajib mengenakan penutup wajah di depan umum, dan tidak bisa meninggalkan rumah tanpa pendamping pria.

Di depan umum, Taliban berusaha untuk mendorong narasi bahwa mereka telah memoderasi beberapa posisi mereka yang lebih ekstrem.

Pada Selasa, 16 Agustus 2021, juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengumumkan pengampunan resmi untuk semua orang yang terlibat dalam perang.

Zabihullah Mujahid mengatakan Taliban berkomitmen untuk membiarkan perempuan bekerja sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.

Ditanya apa perbedaan antara gerakan yang digulingkan 20 tahun yang lalu dan Taliban hari ini, Mujahid mengatakan tidak ada perbedaan berdasarkan ideologi.

“Jika pertanyaannya didasarkan pada ideologi dan keyakinan, tidak ada perbedaan, tetapi jika kita menghitungnya berdasarkan pengalaman, kedewasaan, dan wawasan, tidak diragukan lagi ada banyak perbedaan," ujar Zabihullah Mujahid dalam konferensi pers pertama sejak Kabul direbut.

“Langkah-langkah hari ini akan berbeda secara positif dari langkah-langkah sebelumnya,” ujarnya menambahkan.

Hingga saat ini, masih ada banyak kekhawatiran secara global tentang catatan hak asasi manusia (HAM) Taliban yang brutal dan puluhan ribu warga Afghanistan masih berusaha melarikan diri.*** (Julkifli Sinuhaji/Pikiran-Rakyat.com)

 

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Tags

Terkini

X