Cabut Status Darurat Covid-19, PM Malaysia Muhyiddin Dituding Abai pada Raja dan Berkhianat

- Senin, 16 Agustus 2021 | 09:55 WIB
Ilustrasi Virus Corona. /Pixabay /
Ilustrasi Virus Corona. /Pixabay /

Sejak Virus Covid-19 mewabah di Wuhan, China dan mulai menyebar ke beberapa negara, Raja Malaysia telah menerapkan status darurat Covid-19 sejak 12 Januari lalu.

Dengan titah Raja, Perdana Menteri Muhyiddin Yassin berpendapat status darurat harus diberlakukan di Malaysia untuk menangkal virus corona masuk.

Muhyiddin lantas mendeklarasikan status darurat dengan menangguhkan hak parlemen (reses). Artinya, Muhyiddin mengambil kebijakan penanganan pandemi tanpa melalui persetujuan legislatif.

Langkah berani Muhyiddin ini menuai hasil bagus. Kabinet Muhyiddin dinilai berhasil menekan penyebaran dan laju infeksi Covid-19.

Satu di antaranya menerapkan penguncian wilayah (lockdown) pada Maret tahun lalu. Saat itu, laju infeksi harian corona dapat ditekan.

Akan tetapi, telah Muhyiddin menerapkan serangkaian pelonggaran, Malaysia kembali didera gelombang baru penularan Covid-19 yang diperparah dengan penyebaran varian Delta corona yang lebih menular.

Kabarnya, langkah tersebut lah yang membuat Raja marah pada Muhyiddin. Lantas dia kembali menerapkan lockdown lebih ketat pada 1 Juni hingga hari ini.

Sayangnya, kebijakan lockdown dan status darurat, penularan Covid-19 Malaysia malah semakin buruk dan memicu kemarahan publik.*** (Rizki Laelani/Pikiran-Rakyat.com)

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Tags

Terkini

X