Cabut Status Darurat Covid-19, PM Malaysia Muhyiddin Dituding Abai pada Raja dan Berkhianat

- Senin, 16 Agustus 2021 | 09:55 WIB
Ilustrasi Virus Corona. /Pixabay /
Ilustrasi Virus Corona. /Pixabay /

"Tidak hanya gagal menghormati prinsip kedaulatan hukum tapi juga meremehkan fungsi dan kewenangan Yang Mulia sebagai kepala negara," bunyi pernyataan Istana.

Setelah pihak Istana mengumumkan hal itu, parlemen Malaysia mulai menggoyang Muhyiddin. Apalagi barisan oposisi, mereka gencar menyerukan pengkhianatan dan desakan pengunduran diri Muhyiddin.

Diberitakan AFP, pemimpin koalisi oposisi pemerintah, Anwar Ibrahim, tegas mengatakan Muhyiddin mundur lantaran dinilai telah "melanggar konstitusi. Selain itu dia keras menyebut Muhyiddin menghina institusi monarki konstitusional, dan membingungkan parlemen.

Portal berita MalaysiaKini melaporkan, Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin akan mengundurkan diri pada Senin, 16 Agustus 2021.

Hal tersebut diungkap Menteri di Departemen Menteri Malaysia bidang Penugasan Khusus Mohd Redzuan Md Yusof pada Minggu, 15 Agustus 2021.

Dikutip SuaraMerdeka-Wawasan.com dari Pikiran-Rakyat.com berjudul ''Digoyang' Oposisi Gagal Selamatkan Nyawa dari Covid-19, PM Malaysia Muhyiddin Hari Ini Mengundurkan Diri''.

Penyebab Muhyiddin mengundurkan diri dipicu salah kebijakan soal penanganan Covid-19 yang membingungkan. Dengan kondisi tersebut dia kehilangan mayoritasnya karena pertikaian dalam koalisi yang berkuasa.

Muhyiddin dinilai membawa ketidakjelasan kepada negara yang tengah bergulat dengan lonjakan Covid-19 dan penurunan ekonomi.

Dia dituding abai pada Raja dan tidak segera membentuk pemerintahan berikutnya karena tidak ada anggota parlemen yang memiliki mayoritas.

"Besok ada rapat kabinet khusus dan penghadapan Muhyiddin ke Istana untuk mengajukan pengunduran dirinya," kata Mohd Redzuan.

Halaman:

Editor: Kusmiyanto

Tags

Terkini

X