Lilibet Belum Masuk Daftar Pewaris Tahta Kerajaan Inggris, Diduga Merupakan Sanksi untuk Pangeran Harry

- Senin, 26 Juli 2021 | 16:53 WIB
Pangeran Harry. /Reuters/Pikiran Rakyat-Tasikmalaya.com/
Pangeran Harry. /Reuters/Pikiran Rakyat-Tasikmalaya.com/

LONDON, suaramerdeka-wawasan.com - Sudah dua bulan berlalu kelahiran Lilibet, putri dari Pangeran Harry dan Meghan Markle, hingga kini namanya masih belum bisa ditemukan di dalam daftar pewaris takhta Kerajaan Inggris.

Seperti dilansir Page Six, belum masuknya nama Lilibet Diana Mountbatten-Windsor dalam daftar pewaris takhta Kerajaan Inggris terlihat sangat janggal, dan mengundang pertanyaan.

Padahal, Archie, kakaknya Lilibet, namanya bisa ditemukan dalam daftar pewaris Kerajaan Inggris.

Baca Juga: Penampilan Sophia Latjuba Hasilkan 56 Ribu 'Likes', Awet Muda Berkat Yoga

Selang dua minggu sejak kelahiran Archie, Kerajaan Inggris diketahui langsung memasukkan namanya.

Kalau nama Lilibet dimasukkan ke dalam daftar pewaris takhta, seharusnya ia berada di urutan ke-8.

Akan tetapi karena ayahnya terus berulah, posisi Lilibet pun hingga kini masih diisi oleh kakek pamannya yaitu Pangeran Andrew.

Baca Juga: Terpapar Covid-19, Pesinetron Ikatan Cinta Amanda Manopo Kehilangan Ibundanya Henny Manopo Lugue

Para pengamat menilai Lilibet sengaja tidak diberikan status apapun terlebih dahulu, karena Kerajaan Inggris ingin agar Pangeran Harry dan Meghan Markle menyadari kesalahannya terlebih dahulu.

Menurut salah satu pegawai ITV yaitu Chris Ship, apabila Pangeran Harry sudah tidak berulah, Kerajaan Inggris baru akan memberikan status yang jelas untuk putrinya.

Karena, menurut Chris Ship, memasukkan nama anak ke daftar pewaris takhta sama sekali bukanlah hal yang sulit.

Contohnya saja Archie, kakak Lilibet, dan Louis, anak bungsu Pangeran William dan Kate Middleton, langsung dimasukkan ke dalam daftar pewaris takhta Kerajaan Inggris setelah berusia dua minggu.

Bahkan, nama August yang merupakan putra pertama dari Putri Eugenie dan suaminya, Jack Brooksbank juga sudah dimasukkan ke dalam daftar pewaris takhta.

“Kamu harus bertanya kepada mereka (Kerajaan Inggris), kenapa butuh waktu lama,” ucap Chris Sip dalam acara podcast Royal Rata.

Diduga, rencana Pangeran Harry untuk merilis memoar sepertinya dipandang Kerajaan Inggris sebagai ancaman besar.

Alhasil, diam-diam Kerajaan Inggris dilaporkan sudah memberlakukan sanksi untuk Pangeran Harry yang terus berulah.

Sanksi yang diberlakukan Kerajaan Inggris kepada Pangeran Harry, koon kabarnya melalui status Lilibet, putrinya dengan Meghan Markle yang lahir pada tanggal 4 Juni 2021.

Menurut laporan Page Six, sepupu Pangeran Harry seperti Putri Eugenie dan Zara Philips, sangat tidak tertarik dengan perilisan memoar tersebut.

Sebagai informasi, memoar Pangeran Harry akan dirilis pada akhir tahun 2022 oleh Penguin Random House dan hasil penjualan buku tersebut akan disumbangkan

Seperti dilaporkan The Daily Mail, pada Jumat 23 Juli 2021, Pangeran Harry telah menandatangani kontrak penerbitan empat buku eksklusif dengan Penguin Random House.

Empat buku termasuk memoar Pangeran Harry, serta lanjutannya yang baru akan dirilis setelah Ratu Elizabeth II meninggal dunia.

Kemudian berita perilisan memoar lanjutan, setelah Ratu Elizabeth II meninggal dunia.

Namun dilansir dari The Independent, hal ini langsung dibantah oleh Pangeran Harry melalui juru bicaranya.

Dikutip SuaraMerdeka-Wawasan.com dari berita Pikiran Rakyat-Tasikmalaya.com berjudul ''Kerajaan Inggris Diduga Sudah Berlakukan Sanksi untuk Pangeran Harry yang Terus Berulah''

Diakui sang jubir, laporan The Daily Mail yang dirilis di tanggal 23 Juli tersebut adalah berita salah.

Pangeran Harry hanya akan merilis satu memoar saja, yaitu yang siap diterbitkan Penguin Random House di akhir tahun 2022 nanti.

Jadi, tidak ada yang namanya kontrak empat buku dengan Penguin Random House. *** (Catharina Griselda/Pikiran Rakyat-Tasikmalaya.com)

Halaman:
1
2
3

Editor: Eddy Tuhu

Tags

Terkini

X